Trend ‘Ngopi ala Kaula Muda

1
520

KEBIASAAN menyeruput secangkir kopi hitam sudah merupakan tradisi bagi masyarkat di Indonesia pada khususnya. Namun, kebiasaan tersebut lebih didominasi oleh para orang tua pada zamannya. Kendati demikian beberapa tahun belakangan ini kebiasaan ‘nongkrong di kedai kopi atau coffee shoop sudah mulai bergeser ke berbagai golongan usia terutama kalangan muda, pria maupun wanita.

Saat ini tidak jarang kita temui beberapa coffee shoop dipadati oleh pengunjung yang berusia remaja. Trend ‘ngopi bagi kaula muda sebenarnya dipengaruhi oleh aktivitas kumpul-kumpul dan interaksi sosial diantara sesama pengunjung.

Hal tersebut diakui oleh salah seorang barista kopi kepada SUARAPERSADA.com ketika ditemui disebuah coffee shoop bernama Krema Koffie dibilangan jalan Raja Wali, Pekanbaru, Riau. “Pelanggan kami kebanyakan berusia muda, ya walaupun kadang-kadang ada juga orang tua yang singgah dan minum kopi di sini,” ujar Surya (14/1)

Senada dengan Surya, Koko Herman yang juga merupakan barista senior tidak menampik kegandrungan kaula muda untuk kumpul-kumpul, bercengkrama sembari menikmati secangkir kopi di coffee shoop ini. Menurutnya ini adalah hal positif ketimbang nongkrong di pub atau diskotik.

“Para pelanggan setia kami disini berasal dari berbagai latar belakang, para eksekutif muda juga sering melakukan pertemuan dengan koleganya di tempat ini,” imbuh Herman menimpali pernyataan Surya tadi.

“Kami menyajikan berbagai macam varian minuman berbahan dasar biji kopi, mungkin itu yang membuat pelanggan ketagihan, selain itu kami selalu memperlakukan pelanggan seperti seorang sahabat, jadi ada suasan akrab antara kami dengan para pengunjug,” tandas Herman.

Disisi lain seorang pelanggan yang mengaku telah kecanduan ‘ngopi di tempat ini mengatakan selain rasa kopi yang sangat nikmat, Krema Koffie merupakan tempat ‘nongkrong yang paling asyik. “Disini tidak ada batasan, bang. Dari yang muda hingga yang tua berinteraksi tanpa memandang strata. Disini saya menemukan banyak teman baru,” ucap Yuza yang mengaku masi berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Pekanbaru ini.

“Saya selalu menghabiskan waktu saya disini, tentunya sepulang kuliah. Rekan-rekan dari kampus juga banyak yang ‘ngopi disini,” imbuh Yuza.

Selain alasan-alasan yang disampaikan narasumber tadi, sebenarnya kebiasaan minum secangkir kopi (‘ngopi) ternyata sangat bermanfaat bagi kita, terutama bagi kesehatan. Sebuah study menunjukkan bahwa minum secangkir kopi dalam sehari bisa membantu menjaga kesehatan mulut dan gigi.

Penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Boston University ini, juga menunjukkan bahwa minum kopi dapat membantu melindungi mulut dari penyakit periodontal seperti peradangan gusi dan tulang rahang. Bayangkan, hasil penelitian itu diambil dari hasil yang dilakukan setelah mempelajari lebih dari 1.000 responden selama 30 tahun. Tim juga menemukan bahwa mereka yang minum satu atau lebih, cangkir kopi setiap hari memiliki lebih sedikit gigi yang keropos.

Selain itu, Kafein yang terkandung didalam kopi adalah zat kimia yang berasal dari tanaman yang dapat menstimulasi otak dan sistem saraf. Kafein tergolong jenis alkaloid yang juga dikenal sebagai trimetilsantin. Selain pada kopi, kafein juga banyak ditemukan dalam minuman teh, cola, coklat, minuman berenergi (energy drink), cokelat, maupun obat-obatan.

Kafein juga ternyata bisa membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat. Cobalah mengkonsumsi kopi atau teh 15 menit atau 30 menit sebelum anda melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan presentasi pada atasan. Hasilnya mungkin akan cukup lumayan, karena kafein yang terdapat pada kopi atau teh terbukti mampu memberikan ’sinyal’ pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan tangkas mengolah memori pada otak.

Kafein sangat ampuh mengurangi derita sakit kepala. Penelitian menemukan kafein yang terdapat dalam kopi atau teh (dalam jumlah tertentu) sanggup menolong mengobati sakit kepala. Menurut Seimur Diamond, M.D., dari Chicago’s Diamond Headache Clinic. Penderita migrain dalam kategori ringan dapat disembuhkan dengan secangkir kopi pekat atau secangkir black tea. Jadi, sebelum mengkonsumsi obat cobalah dulu sembuhkan sakit kepala Anda dengan minuman berkafein.

Selai itu, kafein bisa melegakan napas penderita asma dengan cara melebarkan saluran bronkial yang menghubungkan kerongkongan dengan paru.

Kafein yang terkandung dalam kopi juga dapat membuat badan tidak cepat lelah, bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama, di perkirakan karena kafein membuat “bahan bakar” yang dipakai otot lebih lama. Meningkatkan rasa riang, membuat kita merasa lebih segar dan energik.

Bagi kaum perempuan yang minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat mengurangi risiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis).

Beberapa penelitian lain juga mengatakan bahwa kopi dapat meningkatkan penampilan mental dan memori karena kopi dapat merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaga, rangsangan, mood dan konsentrasi. Penelitian di Universitas Arizona ditemukan bahwa orang dewasa yang minum kopi sebelum test memori menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding mereka yang minum kopi tanpa kafein.
Kafein dapat menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA, melindungi jantung dan kanker, mengurangi risiko pengidapan diabetes. Parkinson jarang ditemukan pada orang yang minum kopi secara teratur. Sebuah riset menyimpulkan penyakit ini justru ditemukan pada pria yang tidak minum kopi tiga kali lebih banyak daripada pria penikmat kopi.

Minum kopi bisa membuat sperma “berenang” lebih cepat dan mampu meningkatkan kesuburan pria. Hal ini diumumkan para ilmuwan Brasil dalam pertemuan “American Society for Reproductive Medicine” di San Antonio, dimana pembicaraan utama berkisar pada efek obat-obatan terhadap kesuburankaum adam.

Selain alasan-alasan tersebut, kebiasaan ‘Ngopi di warung atau coffee shoop bisa mempengaruhi kehidupan sosial kita. Interaksi yang hidup antar sesama penikmat kopi akan sangat berpengaruh kepada kehidupan sosial kita. (us)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan