DUMAI, SUARAPERSADA.com – Beberapa unit truck trailer pengangkut Pipa Line diameter 18 inci tampak berjejer parkir di pinggir Jalan Putri Tujuh depan Kilang PT Pertamina Dumai mengeluh karena sejak Minggu sore, (12/10/2025) sekitar pukul 15.00 Wib mereka sudah sampai di depan Kilang Pertamina Dumai.
Pantauan media ini, truck trailer pengangkut pipa yang sudah dua hari berjejer parkir di pinggir jalan Putri Tujuh Dumai tanpa ada rambu lalu lintas pertanda truck trailer sedang parkir mengingat jalan Putri Tujuh jalan umum ramai lalu lintas.
Salah seorang sopir truck trailer pengangkut pipa 18 inci saat duduk-duduk ditemui media ini mengaku sangat menyayangkan soal lambatnya proses izin masuk ke dalam Kilang Pertamina Dumai.
Dengan enggan namanya dipublikasi, pak sopir trailer itu menyebutkan kalau muatan mereka segera dibongkar tentunya mereka dapat kembali lagi untuk memuat pipa ke Cilegon.
“Pipa ini kan kebutuhan dan permintaan Pertamina Dumai, tetapi kenapa harus sulit proses perizinan masuk ke dalam Kilang untuk dibongkar,” ujar sopir itu mengeluhkan sembari menyebut bukan ada gaji mereka kalau berlama-lama barangnya dibongkar.
“Kami sudah sampai di depan Kilang Pertamina Dumai sejak sore kemarin Minggu 12 Oktober 2025 sekitar pukul 15 00 wib, akan tetapi hinga sore ini belum ada tanda-tanda kejelasan apakah bisa dibongkar”, imbuh sopir itu tampak kesal, Senin (13/10/2025).
Sopir tersebut mengaku mereka hanya di instruksi pengurus untuk menunggu dan parkir di jalan Putri Tujuh namun disesalkan mereka karena proses pengurusan izin masuk kilang tak kunjung klir.
Hal yang sama juga diakui salah seorang pengurus izin masuk truck trailer ke dalam Kilang Pertamina Dumai yang coba dihubungi media ini sore tadi, Senin (13/10/2025).
Kepada media ini dibenarkan pengurus itu pihak Pertamina menyuruh agar truck trailer pengangkut pipa yang sudah sampai di depan Kilang Pertamina Dumai untuk menunggu di jalan Putri Tujuh Dumai, namun dia juga menyebut tidak mengerti kenapa demikian lama soal proses izin masuk truck trailer ke dalam kilang.
Dibenarkannya ada 24 Unit truck trailer yang mengangkut pipa dari Cilegon namun masih stanby ditempat lain mengingat mungkin keterbatasan lahan parkir di dalam Kilang Pertamina Dumai.
Disinggung soal pipa yang didatangkan dari Cilegon apakah bukan kebutuhan atau bukankah permintaan Pertamina Dumai, diakui pengurus tersebut bahwa pipa tersebut didatangkan dari Cilegon atas permintaan Pertamina Dumai.
Akan tetapi ditanya soal proses izin masuk ke dalam Kilang Pertamina Dumai dinilai lamban atau apakah dipersulit, diakuinya masih proses pengurusan izin masuk ke dalam Kilang Pertamina dan informasinya masih pengurusan izin Sika dan ketersediaan alat berat yg minim, imbuhnya.
Sementara itu, terkait izin masuk kedalam Kilang Pertamina Dumai yang di nilai izin masuk Kilang lambat sehingga dinilai merugikan para sopir, media ini mencoba minta penjelasan ke pihak Pertamina.
Lewat nomor WhatsAppnya dikonfirmasi media ini, Senin sore (13/10/2025), Area Manager Communication Relation & CSR Kilang Dumai, Agustiawan, tidak kunjung memberikan penjelasan.**
Penulis : Tambunan






















































Itu yg namanya ga ada toleransi THD rakyat kecil ….sopir itu tidak dibayar harian ….tp dibayar berdasarkan rit perjalanan .kalau nunggu lama begini uang buat makan bisa tekor….karena bos nya tidak akan menghitung waktu tunggu sampai yg begitu lama….beda para pegawai di Pertamina udah gaji gede mau nunggu berapa hari pun ga masalah karena ada kerja lembur …..sopir ga ada istilah lembur bosss…..
sdh rahasia umum gmn kerjanya bumn, kalah sm swasta
Emang giblok
jangan diliat dari 1 sisi pak, pihak kontraktor sebelum masuk kenapa ga bikinin supir sika dulu buat izin masuknya? bikin sika ga segampang itu, butuh beberapa proses.. terutama sekarang lagi banyak kejadian..pasti lebih diperketat.. ntar amit amit kenapa napa pasti juga perusahaan kan yg kena, sekecil ga pake APD trus nginjek paku aja perusahaan pasti yg kena.. harus aware dengan hal hal lain seperti ini.. stay positif thinking kawan
BUMN negara Konoha..kasihan sopir2nya..blm lagi pasti dimintain dana kordinasi karena parkir di pinggir jalan gitu, ormas, akamsi, dan yg biasa minta dana kordinasi gitu (tau kan maksud saya siapa..😤)..masak semua harus diurusin Presiden, tuga2 si Komisaris, Direktur BUMN itu digaji besar utk apa ? Hal2 spt ini aja harus viral dl baru dikerjakan…