DUMAI, SUARAPERSADA.com – 2000 ton beras dikirim dari Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat (Jabar) tujuan Bulog Riau dengan kapal pengangkut KM. Wiramas disebut kualitas kurang bagus bahkan beras berdebu, berkutu dan ada yang busuk.
Kapal KM Wiramas yang mengangkut beras 2 ribu ton tersebut sebelumnya sandar dan di bongkar muat di dermaga C Pelindo Dumai sejak Sabtu (15/5/2026) hingga hari ini.
Anehnya, pihak Bulog Dumai sebelumnya mengaku tidak mengetahui kedatangan beras Bulog di pelabuhan Pelindo Dumai bahkan informasi diperoleh media ini, pihak Bulog Dumai tidak ada melakukan pengawasan atau pemantauan saat proses bongkar muat beras, baik di dermaga Pelindo maupun saat beras transit ke gudang pembongkaran di salah satu gudang perusahaan swasta di Bagan Besar Kota Dumai.
Sebelumnya pihak Bulog Dumai kepada media ini mengaku belum mengetahui soal kedatangan beras Bulog ke Dumai padahal beras sehari sebelumnya sudah masuk dan sudah dilangsir truk untuk dibongkar ke salah satu gudang transit di Bagan Besar Kota Dumai.
Humas Kantor Perum Bulog Dumai, Riyanto, maupun Kepala gudang Bulog Dumai, Romi, bolak balik di konfirmasi media soal kedatangan beras Bulog di pelabuhan Pelindo Dumai, namun humas maupun Kepala gudang Bulog tidak mau memberikan keterangan soal status beras apakah milik Bulog Dumai maupun soal kualitas beras yang memprihatinkan itu.
Informasi dan data diperoleh media dari sumber, kualitas beras yang didatangkan dari Bulog Jawa Barat kondisinya kurang bagus, bahkan beras ditemui berdebu, berkutu dan ada yang busuk menguning.
Salah seorang dari perusahaan pengangkutan yang melangsir beras dari kapal ke gudang transit saat ditemui di dalam gudang transit atau gudang pembongkaran membenarkan soal beras busuk tidak semua.
Ia yang tidak mau namanya dipublikasi mengatakan belum tau berapa banyak beras yang rusak karena saat ini masih proses pengerjaan bongkar dari kapal.
Menurutnya mengakui karung dan beras yang rusak dimungkinkan kena air laut di kapal sehingga karung maupun besar ada yang busuk menguning.
Saat di dalam gudang transit, kepada media ini ia menunjuk mana yang beras rusak sudah diangkat dari kapal tempatnya dibuat terpisah di dalam gudang.
Dibenarkannya, hingga saat itu pihak Bulog Dumai tidak ada yang datang memantau beras yang dibongkar di salah satu gudang pembongkaran yang disewa di Bagan Besar Dumai.
“Inilah beras yang rusak sudah disisihkan jumlahnya tidak banyak, jadi jangan disebut semua beras rusak”, ujarnya meluruskan sembari menyebut kalau beras rusak tidak akan dikirim ke Bulog daerah tujuan.
Ia mengakui bahwa pihaknya sebagai perusahaan pengangkutan beras Bulog hanya sebatas pengangkutan saja hingga mendistribusikan beras ke daerah tujuan soal beras rusak bukan tanggungjawab mereka.
Dijelaskannya, beras Bulog 2000 ton tersebut akan didistribusikan atau di kirim daerah tujuan, diantaranya ke Bulog Pekanbaru sebanyak 1150 ton, Bulog Bengkalis 150 ton, Bulog Dalu-dalu 500 ton dan untuk Bulog Dumai 200 ton.
Dikabarkan, per hari ini, Selasa (19/5/2026) beras 2 ribu ton yang didatangkan dari Bulog Jawa Barat untuk Bulog Dumai sudah di bongkar di gudang Bulog Dumai.
Terkait transparansi proses pengiriman beras Bulog dari Bulog Jawa Barat (Jabar) untuk Riau kenapa Bulog Dumai menyebut tidak mengetahui kedatangan beras Bulog ke Dumai padahal beras sudah dibongkar di dermaga Pelindo Dumai patut dipertanyakan.
Oleh karenanya, terkait beras Bulog antar pulau 2000 ton tersebut, diminta agar aparat terkait untuk turun melakukan investigasi mulai dari proses pengiriman dari Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat hingga ke Bulog Kantor Wilayah Riau dan daerah tujuan pengiriman.
Hal tersebut diminta sehubungan soal adanya dugaan ketidak transparanan proses pengiriman beras hingga beras yang dinilai kurang berkualitas karena beras Bulog dari Jawa Barat tersebut sebagian adalah eks impor dari Vietnam dan Thailan tahun 2024 lalu.**
Penulis : Tambunan























































