PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Senin (21/8) Ratusan supir taksi konvensional menggelar unjuk rasa di kantor Walikota dan DPRD Pekanbaru. Dalam aksinya mereka mempertanyakan kinerja Pemko Pekanbaru, yang terkesan tidak peduli atas permasalah taksi Konvensional dengan transportasi online dan Gojek. Mereka juga menuding pemerintah kota Pekanbaru tutup mata, bahkan ada pembiaran. Akibatnya sering terjadi konflik bahkan bentrok antar dua kubu.
Salah seorang demonstran dalam orasinya menyebutkan, tolong pemerintah, jangan buat kami berseteru dengan sesama rakyat bawah, tegakkan aturan yang jelas. “Jangan karena urusan perut sesama kami ribut. Kami sesama pencari makan di jalan. Kami mendesak pemerintah Kota Pekanbaru untuk mengambil sikap. Sebab terjadinya kontra fisik atau bentrok antara taksi dan GoJek dipicu karena lemahnya aturan yang diterapkan,” teriaknya.
“Peristiwa Ini terjadi karena lemahnya aturan yang diterapkan pemerintah kota Pekanbaru. Jika Pemko tegas, tidak akan ada rakyat kecil seperti kami ini di adu. Perhatikan nasib kami. Pemerintah jangan tutup mata, ada taksi kami yang rusak. Jika pemerintah diam, kami akan bertindak. Kami jangan dipancing,” bebernya.
Sementara pihak Pemko, mempersilahkan perwakilan dari peserta aksi untuk bernegosiasi yang berlangsung di lantai III kantor Walikota Pekanbaru yang dipimpin Kadis Perhubungan kota Pekanbaru, Arifin.
Usai melakukan perundingan, ratusan supir taksi konvensional membubarkan diri dengan tertib.
Pantauan media ini, saat aksi demo berlangsung, sekitar 500 unit taksi dari berbagai perusahaan, antara lain, Riau taksi, Kopsi, Blue bird, sartak berjejer di sepanjang jalan Jend. Sidirman di tambah lagi dengan beberapa unit taksi yang dalam kondisi rusak akibat bentrok dengan taksi online atau gojek sebelumnya yang menyebabkan arus lalulintas lumpuh total.**(jsn)






















































