PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Pasar Pagi Arengka saat ini kembali semrawut. Kini pedagang kembali berjualan di tengah jalan sehingga satu jalur di lokasi itu tidak bisa dilalui kendaraan. Sekitar 500 pedagang kembali membentangkan lapak dan menggelar dagangan di sepanjang jalur lambat Pasar Pagi Arengka.
Disinyalir, para pedagang diwajibkan membayar uang keamanan atau kebersihan dalam sehari sebesar Rp 5000 yang dikutip oknum- oknum tertentu.
Padahal Pemerintah Kota Pekanbaru telah menugaskan pasukan kuning untuk membersihkan kawasan pasar pagi arengka tersebut.
Atas kondisi di Pasar Arengka tersebut, salah seorang mahasiswa menyoroti kinerja Pemerintah kota Pekanbaru. Dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Dinas Lingkungan Hidup. Jika benar-benar tidak mampu menertibkannya legalkan saja, cetusnya.
Miris memang, katanya, seharusnya sebagai teras Kota Pekanbaru keberadaan Pasar Pagi Arengka bisa mencerminkan bahwa kota ini adalah kota yang rutin meraih penghargaan Adipura sebagai kota yang bersih. Tapi kenyataannya itu hanyalah mimpi di siang bolong. Bahkan terkesan ada pembiaran oleh instansi terkait, sebutnya.
Kepala Dinas Perindutrian dan Perdagangan kota Pekanbaru, Ingit Achmad melalui Kepala Bidang Pasar Disperindag kota Pekannaru, T. Firdaus yang dikonfirmasi terkait kondisi tersebut, mengakui bahwa pasar Arengka telah kembali semrawut. “Untuk menertibkan kembali Pasar Arengka harus dilakukan bersama, bahkan harus melibatkan Tim Yustisi Kota Pekanbaru. Dan saat ini kita sedang menyusun rencana untuk melakukannya,”sebutnya.
Dikatakannya, macetnya arus lalu lintas di kawasan tersebut, akibat para PKL kembali menggelar dagangan di jalur lambat. Hal tersebut disebabkan kurangnya koordinasi antar lini, akibatnya para PKL dengan leluasa berjualan di jalur lambat
Dalam waktu dekat pihak Disperindag akan melakukan koordinasi dengan seluruh pengelola pasar Pagi Arengka untuk membicarakan terkait Pedagang dan membersihkan jalur lambat dari pedagang. “Insyaallah minggu depan ini akan kita lakukan, semoga ada dukungan dari mereka untuk merapikan kesemberautan ini,” pungkasnya.
Pantauan media ini, Jumat (21/7) para pedagang dengan leluasa memasang lapak di atas aspal jalur lambat, sehingga terjadi kemacetan lalu lintas. Kondisi pasar arengka yang sempat rapi, kini kembali semrawut.**(jsn)





















































