MEDAN, SUARAPERSADA.com – Hari pertama Operasi Simpatik Toba 2015 yang di laksanakan Polda Sumut dan jajaran telah menindak 1.469 pelanggar Lalu lintas (Lalin), terdiri 451 tilang dan 1.018 teguran.
“Sementara pelanggaran terbanyak pada hari Pertama tidak memakai Helm, berjumlah 123 perkara,” ungkap Direktur Dit Lantas Poldasu Kombes Pol. Refdi Andri melalui Kabag Bin Ops AKBP RK Aritonang kepada wartawan, Kamis (02/04).
Ia mengatakan, selain perkara Helm, pelanggaran terbanyak adalah melawan arus, dengan 73 perkara dan urutan ke tiga tidak menyalakan lampu utama, sebanyak 37 perkara. Sedangkan kecelakaan Lalu lintas yang terjadi pada hari pertama tiga kasus, dengan dua korban meninggal dunia.
“Data korban tewas sama dengan tahun 2014 sehingga secara kualitas tidak mengalami peningkatan maupun penurunan dengan tahun ini,” ujar Aritonang.
Dia juga menyebutkan pelanggaran tertinggi dilakukan pengendara Sepeda Motor sebanyak 373 perkara, Mobil penumpang 43 dan Mobil barang 28 perkara. “Faktor penyebab kecelakaan Lalu lintas disebabkan pengendara mengantuk dan lelah,” tambahnya.
Operasi Simpatik Toba 2015 yang di laksanakan selama 21 hari sejak 1 April dengan tujuan memberikan rasa aman kepada Masyarakat, terutama dalam upaya menekan jumlah terjadinya peristiwa Laka Lantas.
Kegiatan tersebut, katanya, mengedepankan kegiatan Preemtif melalui Penyuluhan dan Pelatihan Lalu lintas, serta kegiatan Preventif melalui Pengaturan, Penjagaan dan Patroli, serta didukung kegiatan Represif melalui teguran dan penegakan hukum.
Dijelaskan RK Aritonang, dalam Ops Simpatik tahun ini menyampaikan pesan bahwa polisi sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik guna mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat di Sumut.
“Ini salah satu nawa citra presiden untuk melindungi bangsa dan memberikan rasa aman kepada warga negara,” tandasnya.**Win




















































