PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Pembangunan Tower Sutet jalur T/L 275 KW Garuda Sakti – Perawang oleh PT. PLN (persero) unit induk jaringan Sumatera II yang berlokasi di Kelurahan Maharani Kecamatan Rumbai Pekanbaru terkendala. Pasalnya, pihak PLN diduga salah alamat dalam memberikan uang ganti Rugi lahan.
Terkendalanya pembangunan tower tersebut, karena Ahmad Armas melalui Budiman Sidabutar yang mengaku sebagai pemilik lahan yang sah atas lahan untuk rencana Pembangunan Tower sutet jalur Garuda Sakti-Perawang oleh PLN. Tetapi pihaknya sama sekali tidak ada menerima ganti rugi lahan oleh PLN, terang Budiman kepada media ini akhir pekan lalu.
Menurut Budiman Sidabutar, dari 16 titik yang akan dibangun, 10 titik diantaranya, yakni TW, 68,69,70,71,72,73,74,75,76 dan 77 berada di lahan milik mereka. Namun pihak PLN menyerahkan uang ganti rugi kepada pihak lain. Dengan demikian, maka kami tidak bersedia menyerahkan lahan untuk dijadikan sebagai tempat pembangunan tower tersebut, terangya.
Dikatakan Budiman lagi, persoalan ini, sudah ditangani atau dimediasi oleh pihak Pengacara negara dalam hal ini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Dan sudah dua kali dilakukan pertemuan. Tetapi belum ada titik terang. Karena dalam pertemuan tersebut terkesan menyudutkan pihak kami, terangnya.
Ditegaskan Budiman Sidabutar, kami tidak akan memberikan lahan kami untuk tempat pembagunan Tower tersebut, jika masalah ganti rugi tidak kami terima. Karena sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, kami secara sah sebagai pemilik lahan tersebut (10 titik tower) yang akan dibangun, tegasnya.
Lagi kata Budiman, saat mediasi yang digelar Pengacara Negara di Kantor Kejati Riau, diketahui bahwa PLN telah mengucurkan dana pengadaan ganti rugi lahan sekitar Rp.500 juta. Dari jumlah tersebut, seharusnya kami memerima sekitar Rp. 299 juta. Akan tetapi pihak PLN menyerahkan kepada orang lain. Dalam hal ini PLN dinilai kurang hati-hati dalam pengeluaran uang negara, urainya.
Sementara, Manajer Bidang SDM dan Umum PLN Wilayah Riau dan Kepri (Kepulauan Riau), Dwi Suryo Abdullah yang dkonfirmasi nenerapa kali oleh media ini, awalnya, mengaku belum mengetahui persoalan tersebut dan berjanji akan menindak lanjuti kepada orang atau petugas PLN yang membidangi dan meminta kepada media ini, untuk menyampaikan pokok permasalaan lewat media Whats App (WA).
Terahir saat dikonfirmasi melalui pesawat silulernya, Senin (23/10), Manager bidang SDM dan Umum PLN Wilayah Riau dan Kepri ini terkesan menghindar. Dan melalui pesan singkatnya menyebutkan, bahwa dirinya sedang di luar kota dalam urusan keluarga.**(jsn)






















































