Menuju “Riau Hijau” DLHK Riau Berikan Bibit Tanaman Secara Gratis Kepada Masyarakat

0
742
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Riau, Makmun Murod Mananam Pohon di Salah Satu Lahan Kosong

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com–Program”Riau Hijau” menjadi salah satu Indikator Kebijakan RPJMD Pemprov Riau yang diperkuat dengan Rencana Strategis OPD Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau.

Program “Riau Hijau” bertujuan, selain dalam upaya pembangunan ekononi masyarakat, peningkatan pemasukan pendapatan daerah di sektor LHSDA, juga salah satu reaksi Pemprov Riau dalam upaya perbaikan lingkungan hidup di bumi Lancang Kuning ini.

Keseriusan Pemprov Riau khususnya dimasa kepemimpinan Syamsuar-Edi Natar Nasution sebagai Gubernur san Wakil Gubernur Riau dibuktikan dengan telah mengakomodir program Riau Hijau dalam RPJMD Riau dengan mengalokasikan anggaran dari APBD Riau.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau, Makmun Murod mengatakan, dalam upaya mensukseskan Program Riau Hujau, pihaknya telah melakukan workshop membangun model pengelolaan dan peluang pendanaan hutan Desa dalam rangka mendukung hutan lestari dan masyarakat sejahtera dan inilah salah satu upaya menuju Riau Hijau, paparnya.

Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Benih Rehabilitasi dan Konservasi Hutan, Dinas Kehutanan .Riau, Febrian Swanda saat dikonfirmasi di Kantor DLHK Riau Jalan Sudirman Pekanbaru, Senin (12/4/2021), menjelaskan, program Riau Hujau salah satu program unggulan Gubernur Riau. DLHK Riau sendiri menjadikan Riau Hujau sebagai program strategis, terangnya.

Lagi kata Febriyan Swanda, untuk mensukseskan program ini, pihaknya terus berjibaku, mulai dari penyediaan bibit dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang tujuan dari program Riau Hijau ini, sebutnya.

Dikatakan Swanda, tiga tahun terakhir berbagai jenis Tanaman kayu kayuan dan HHBK telah kita distribusikan kepada masyarakat Riau baik perkelompok maupun perorangan yang meminta dengan kondisi bibit siap tanam secara gratis. “Bibit kita berikan secara gratis,’ terangnya.

Diuraikan Febriyan Swanda, bibit yang telah kita distribuksikan terdiri dari dua jenis. Antara lain: Tanaman Kayu-kayuan berupa, Gaharu, Mahoni, Tanjung, Pulai dan trembesi.

Sementara untuk jenis MPTS (Multipurpose Tree Species) tanaman yang menghasilkan buah-buahan, terdiri dari: Karet PB 260, Durian,Jengkol, Petai,Nangka,Sirsak, Matoa Pinang danKelor, urainya.

“Dari tahun 2018, 2019 dan 2020, sudah didistribusikan kepada masyarkat di Riau sebanyak 1.875.000 batang. Dengan rincian, tahun 2018 sebanyak 750.000 batang, 2019, 750.000 dan 2020 sebanyak 375.000 batang,” urainya.

Bibit diberikan secara gratis, kepada perorangan maupun kelompok dengan ketentuan : mengajukan surat permohonan dengan melampirkan gambar dan kordinat lahan yang akan ditanami serta KTP, terang Swanda.

Febrian Swanda, Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Benih Rehabilitasi dan Konservasi Hutan, Dinas Kehutanan .Riau

Ditanya, sumber dana, untuk program Riau Hujau. Dikatakan Febriyan Swanda, dana bersumber dari APBN melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan APBD Riau. Hanya saja dalam tahun 2020 mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19, terangnya.

Swanda menambahkan, kita menargetkan sekitar 75.000 hektare hutan dan lahan di Riau yang harus di lakukan penanan kayu-kayuan dan Tanaman hutan yang menghasilkan buah, ujarnya.

Ditanya kendala yang dihadapi. Menurutnya, masih kurangnya keseriusan dan kesadaran masyarakat. Karena pada umumnya, masyarakat lebih cenderung hal-hal yang instan atau yang cepat menghasilkan. Sementara tanaman yang di sediakan adalah tanaman tua. “Inilah yang menjadi salah satu kendala,”paparrnya.

Untuk suksesnya program Riau Hijau ini, pihaknya sangat mengharapkan dukungan dari seluruh komponen. Baik pemerintah Kabupaten/kota, tokoh masyarakat. Khususnya masyarakat yang memiliki lahan kosong. Karena program ini sangat memberikan harapan dalam peningkatan ekonomi dan menjadikan provinsi Riau yang sejuk dan ramah lingkungan, tutupnya.( jsR)

Tinggalkan Balasan