DURI, SUARAPERSADA.com – Masyarakat Jl. Swadaya KM 05 Jl Rangau, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, telah melakukan rapat bersama RT 03 setempat, di depan rumah A.Manik selaku Ketua Parsahutaon (Ketua Paguyuban lingkungan suku Batak) Satahi Uli Basa, Minggu (15/10) malam kemarin.
Acara itu selain dihadiri A. Manik dan keluarga, dihadiri juga oleh Ketua RT 03/RW 10 Hendrik Panjaitan dan ratusan masyarakat Jl. Swadaya.
Rapat itu membahas tentang rencana Pemkab Bengkalis melakukan pengerasan jalan sebelum diaspal, sehingga dilakukan musyawarah untuk meminta pendapat sekaligus keputusan dari masyarakat yang tanahnya terkena pelebaran jalan.
“Demikian dikatakan Hendrik Panjaitan selaku RT.03/RW.10 dan A.Manik selaku Ketua Parsahutaon Satahi Uli Basa, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau kepada media ini”, Senin (16/10).
Dijelaskan Hendrik Panjaitan lagi, “dari hasil musyawarah itu, masyarakat yang tanahnya terkena pelebaran jalan, mau merelakan tanahnya 1/2 meter, baik itu dari sisi kanan jalan, maupun dari sisi kiri jalan. Karena lebar jalan saat ini mencapai 5 meter berikut parit.Kemudian masyarakat meminta kepada pemerintah, agar bisa sekaligus ditambah membangun jembatan ukuran 2mx7mx2m, menggantikan polongan yang sudah karatan besinya, karena biasanya bila hujan deras, disitulah tempat genangan air sampai banjir,” ujar Panjaitan.
Karena, A.Manik menambahkan, kalau nantinya jalan ini sudah diaspal, akan membuat repot lagi pihak Pemkab Bengkalis membangun jembatan itu, apalagi kedepannya bila polongan itu masih dipakai, bisa ambruk jalan itu.
“Jadi supaya jangan sampai kerja dua kali, kami mohonkan kepada pak Bupati Bengkalis Amril Mukminin, mengambil kebijakan, supaya pembangunan jembatan pada saat sekarang sekaligus pengerasan jalan, kalau masalah biayanya kami taksir hanya sekitar Rp.20 juta untuk jembatan itu,” tutup A.Manik.**(Julieser)






















































