Lagi Terjadi Antrean Panjang Kenderaan Di SPBU, Pertamina Akui Kurangi Kuota

0
78

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com– Antrean panjang dari berbagai jenis kendaraan untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bio solar subsidi kembali terjadi di sejumlah SPBU di Pekanbaru.

Section Head Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Sumatra Bagian Utara, Agustiawan mengatakan, pihaknya memang sedang melakukan penataan ulang penyaluran Biosolar di Provinsi Riau.

Hal ini karena untuk konsumsi rerata harian dalam 2 bulan terakhir sudah melebihi batas rerata dari penetapan pemerintah, terang Agustiawan, Rabu (3/8/2022).

Menurutnya, berdasarkan data perseroan pada Bulan Juni 2022 dan Juli 2022 lalu, rerata harian penyaluran biosolar di wilayah Riau mengalami peningkatan drastis, untuk Juni mencapai 2.800 KL sedangkan Juli sebesar 2.700 KL.

Untuk itu mulai Agustus 2022 ini pihaknya menata ulang penyaluran biosolar ke SPBU dan saat ini pihaknya menyalurkan 2.400 kiloliter (KL) perhari.
Angka ini sebenarnya juga sudah di atas rerata penyaluran harian yang ditetapkan pemerintah sebesar 2.200 KL perhari, terangnya.

Dijelaskan Agus, apabila tidak ada penataan ulang dalam penyaluran BBM bersubsidi ke SPBU, maka kuota biosolar untuk Riau diprediksi akan habis pada November 2022 mendatang.

Sehingga diperlukan upaya menata kembali penyaluran dengan cara menetapkan pengiriman biosolar sebesar 2.400 KL setiap hari untuk wilayah Riau.

“Strategi ini memang pilihan sulit, karena Pertamina memahami bahwa di lapangan pasti terjadi antrean, tapi tidak boleh tidak harus dilakukan, ujarnya.

Karena pilihannya adalah kota batasi sekarang agar bisa bertahan sampai akhir tahun atau kita bebaskan tapi tak bisa bertahan hingga akhir tahun. Maka pilihan yang kita ambil adalah mengatur kembali agar BBM ini bisa bertahan hingga akhir tahun,” jelasnya.

Dengan penataan ini pihaknya berharap penyaluran BBM bersubsidi menjadi semakin tepat sasaran, karena memang dari hasil evaluasi Pertamina di pusat, disebutkan bahwa 60 persen BBM bersubsidi tidak tepat sasaran dan dibeli oleh kalangan masyarakat mampu dan kalangan industri.

“Kita mengimbau kepada masyarakat Riau untuk segera mendaftarkan kendaraannya melalui website subsiditepat.mypertamina.id untuk bisa membeli BBM bersubsidi kedepannya.

Dengan program ini kita berharap kuota yang ditata ulang ini bisa lebih menjangkau masyarakat yang berhak,” tutupnya.

Sementara Pemko Pekanbaru melalui Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut yang di konfirmasi terkait langkanya BBM tersebut, namun hingga berita ini dilansir tidak memberi jawaban. (jsR).

Tinggalkan Balasan