MEDAN, SUARAPERSADA.com – Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf menyatakan, bidang periklanan dan UKM menjadi sektor yang paling diuntungkan dengan kemajuan teknologi akhir-akhir ini.
Hal ini dikatakannya saat menjadi pembicara dalam acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) XI di Medan, Jumat (13/2).
“Dengan kemajuan teknologi yang ada, pelaku industri kreatif kian mudah dalam melakukan inovasi pada produknya, termasuk menjangkau pasar,” ucapnya
Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini menyebabkan pergeseran promosi produk-produk yang dihasilkan. Jika sebelumnya periklanan hanya melalui media televisi, radio, media cetak, papan reklame dan media konvensional lainnya, saat ini perusahaan periklanan termasuk pelaku usaha lainnya ramai-ramai memasang iklan lewat media sosial, website, blog dan media lainnya yang memanfaatkan jaringan internet. “Selain mudah, biaya iklan lewat internet lebih praktis dan murah,” jelasnya.
Hal ini tentu menjadi modal bagus bagi pelaku industri kreatif di Indonesia dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai bergulir akhir tahun ini. Hanya saja, pelaku usaha yang bergerak di industri kreatif juga harus mampu bersaing karena penerapan teknologi di negara lain juga makin pesat. “Tentu persaingan makin ketat. Tapi saya yakin kita mampu bersaing. Indonesia punya banyak anak muda dengan daya kreatif dan inovatif yang tinggi,” ucapnya.
Sementara Ketua Umum PPPI, Harris Thajeb juga mengakui, saat ini perkembangan industri kreatif sangat baik. Menurut dia, periklanan kini menjadi ujung tombak bisnis komunikasi di Indonesia.
“Selain sebagai bisnis yang cukup menguntungkan, periklanan juga turut membantu perekonomian negara dengan sumbangan pajak yang cukup besar,” ungkapnya.
Banyak Langgar Aturan
Berbeda dengan keduanya, Walikota Medan, Dzulmi Eldin saat membuka acara malah mengatakan bahwa saat ini masih banyak pelaku bisnis perliklanan di Medan yang memasang iklan tidak sesuai aturan.
“Selama ini, kami selalu mendapat teguran dari masyarakat karena selain merusak keindahan kota, iklan-iklan yang di pasang tidak memperhatikan nilai-nilai etika dan budaya yang berlaku di masyarakat,” ucap Eldin
Ditegaskannya, Pemko Medan akan menindak tegas perusahaan periklanan yang memasang iklan tanpa memperhatikan nilai-nilai etika dan estetika tersebut. Pihaknya juga meminta PPPI untuk menindak anggota mereka yang melanggar aturan.
Ketua PPPI Sumut, Edy Koesriadi mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung usaha pemerintah untuk menertibkan atau menindak pengusaha periklanan yang menyalahi aturan. “Intinya, PPPI sangat mendukung semua program-program pemerintah yang akan diberlakukan,” ujarnya.
Sejauh ini belum ada pengusaha iklan yang tergabung dalam PPPI yang kedapatan melanggar aturan. Hubungan pengusaha dengan pemerintah juga masih baik. “Memang, satahu kami selama ini banyak baliho yang dibongkar atau ada iklan yang diturunkan, tapi bukan dari anggota kami,” jelasnya. (Edi)


















































