PEKANBARU, SUPERSI-Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir terlihat bersama 13 tenaga kerja yang dipulangkan dari Kerajaan Kamboja di Bandara International Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Kamis petang (28/5).
Sebanyak 13 dari 23 tenaga kerja asal Meranti ini sebelumnya menjadi topik pemberintaan karena disekap dan disandara oleh perusahaan tempat mereka bekerja yang bergerak di bisnis perjudian, kasino dan judi online.
Para pekerja yang disekap dan disandera itu, seluruhnya keturunan Tionghoa. Mereka disekap gara gara salah seorang pekerja asal Meranti itu bernama Jefry Sun melarikan uang perusahaan sekitar Rp2,1 miliar.
Dari sini, proses negosiasi dan mediasi pun dilakukan pihak pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI c/q Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kamboja, Interpol Divisi Hubiter Polri dengan pihak kerajaan Kamboja.
Hasil negosiasi itu pun membuahkan hasil, 16 tenaga kerja asal Meranti bersedia dibebaskan perusahaan judi Kamboja, setelah Jefry Sun ditangkap oleh interpol di Selat Panjang. Proses pulangan 13 tenaga kerja pun direncanakan Senin (25/5) lalu. Namun pemulangan 13 tenaga kerja asal Meranti ini pun ditunda.
Di sini lah lalu muncul peran “heroik” Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir. Orang nomor satu di Kepulauan Meranti yang mengaku mendapat “mandat” dari keluarga tenaga kerja yang disandera di Kamboja itu pun berangkat ke sana. Memastikan pemulangan mereka ke Tanah Air.
Setiba di Kamboja, Irwan mengaku tidak mendapat informasi dari Dubes Indonesia untuk Kamboja, Pitono Purnomo tentang adanya penundaan pemulangan dari Senin digeser ke Rabu (27/5).
Bupati Kepulauan Meranti ini pun mengaku ke Kamboja menggunakan dana pribadi. Selama ini, Dubes RI untuk Kamboja terlihat tidak “ngeh” terhadap nasib 16 tenaga kerja yang disekap dan disandera perusahaan judi Kamboja tersebut. Baru lah ketika kasus ini mencuat Pitono Purnomo “muncul”.
Tentang penundaan pemulangan itu sendiri, pihak Dubes RI untuk Kamboja mengaku sudah memberitahukan kepada Bupati Meranti Irwan Nasir. Tetapi itu ditepis Irwan dan menuding Dubes RI untuk Kamboja telah membohonginya. Irwan tanpa tedeng aling aling menuduh Pitono Purnomo mencari popularitas dalam kasus ini.
Tuduhan Irwan terhadap Dubes tersebut yang dimuat salah satu portal berita di Riau ini justru membuat Kedubes Indonesia untuk Kamboja menjadi berang. Staf Kedubes Indonesia untuk Kamboja ini pun membuat klarifikasi dan press rilis kepada beberapa media. Pihak Dubes pun balik menuding justru Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir lah yang mencari popularitas dalam kasus ini.
Saling tuding antara sang bupati vs Dubes ini ditanggapi beragam oleh pengamat politik. Manaor Sinaga, pengamat poltik menyebut, jika dilihat momentnya diduga memang Irwan Nasir sedang melakukan pencitraan.
“Kita kan tahu, 19 Desember nanti, Kepulauan Meranti termasuk daerahnya yang melakukan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Riau. Dalam kaitan ini, diduga Irwan Nasir ingin kembali maju. Momen pemulangan 13 tenaga kerja yang disekap di Kamboja itu diduga untuk mencari simpati dari para pemilih, terutama dari kelompok Tionghoa Meranti,’’ kata Sektretaris Dewan Pakar DPD Hanura Riau ini kepada suarapersada.com, Minggu (31/5).
Bagaimana pun, tambah Manaor, suara dari masyarakat Kepulauan Meranti suku Tionghoa jumlahnya sangat signifikan. Pencitraan yang dilakukan sang bupati, sudah menjadi nilai tambah bagi calon Bupati Kepulauan Meranti periode 2015-2020 yang lainnya.
Namun, benar atau tidak Irwan “memburu suara” etnis Tionghoa Meranti hingga ke Kamboja biar lah sang bupati “incumbent” sendiri yang tahu.
Yang jelas, suasana haru dan isak tangis mewarnai penyambutan para pekerja ini di pintu kedatangan luar negeri bandara tersebut. Ke-13 tenaga kerja asal Meranti itu yakni Edi, Sandi, Salim Junyardi, Budi Harsono, Jhonson, Hendry, Hendra, Wisely, Winson Fernando, Swandi Sofyan, Ade Gusrianto, Teddy dan Sedy.
Para pekerja ini dijemput langsung Bupati Kepulauan Meranti di Kamboja. Dari Kamboja, para pekerja ini pulang ke Tanah Air dengan menggunakan pesawat Air Asia, dan sempat transit di Kuala Lumpur, Malaysia.
Selain bupati, kedatangan pekerja asal Kepulauan Meranti itu juga disambut Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Panda Arsyad, Ketua PWI Riau Dheni Kurnia dan pengurus PWI lainnya. Dari bandara, Bupati Kepulauan Meranti langsung mengadakan jumpa pers di Gedung PWI, Jalan Arifin Achmad Pekanbaru.***(Deden Yamara)




















































