Andrizal : Tak Ada Preman Saat Bentrok Berdarah Di KUD Iyo Basamo

1
85
Andrizal

KAMPAR, SUARAPERSADA.com– Andrizal salah seorang anggota yang juga pengurus KUD Iyo Basamo Desa Terantang Kampar versi Hermayalis membantah jika pihaknya di sebut menyewa preman saat bentrok di KUD Iyo Basamo belum lama ini. Hal tersebut disampaikan Andrizal saat dikonfirmasi media ini, Selasa (28/6/2022).

Dijelaskan Andrizal, perlu kami luruskan agar publik tahu fakta yang sebenarnya saat peristiwa  tersebut. Yang disebut Preman itu tidak ada sama sekali. KUD Iyo Basamo hanya memiliki security pengamanan kebun. Keberadaan Security sah sesuai paraturan pemerintah. Legalitas  mereka di kawasan kebun KUD Iyo Basamo sudah ada kontrak kerja dengan koperasi. “Jadi yang ada saat peristiwa tersebut adalah security dengan menggunakan tongkat security bukan benda tajam”,terang Andrizal.

Dia mengaku, sewaktu kejadian itu yang menyerang bukan pihak security yang duluan tetapi pihak dari mereka yang tidak senang dengan koperasi. Massa datang dan menyerang dengan melemparkan pasir ke arah securiti yang sedang melakukan pengamanan lokasi, akunya.

Menurut Andrizal, Bang Hermayalis merupakan panutan kita di desa Terantang, beliau sangat baik kepada semua pihak, baik kepada masyarakat, generasi muda. “Kami menilai bahwa Hermayalis sebagai orang yang penyabar, ujarnya.

Lagi kata Andrizal, keanggotaan KUD Iyo Basamo ini Alhamdulillah sudah ikut bergabung anak Kamenakan dari Ninik mamak. Alhamdulillah anggotanya sudah mencapai 900 KK.

Hermayalis selalu ketua KUD Iyo Basamo sudah banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat setempat,  seperti pembagian hasil panen, bantuan bantuan sosial, bebernya.

Ditanya, maksud dan tujuan pembuatan Tenda di area portal. Menutut Andrizal, yang membuat tenda adalah  anggota Yuslianti. Mereka ingin  memalang  jalan akses masuk kawasan koperasi, dan menguasai lahan sawit milik koperasi, bebernya.

Ia mengaku pihaknya sudah memegang bukti bukti dasar, semuanya sudah diserahkan kepada penegak hukum oleh kuasa hukum bang Hermayalis, paparnya.

“Biarkan proses hukum berjalanl, kami menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. “Intinya, kita menunggu keputusan pengadilan nanti”,pungkas Andrizal **(Hamdani)

1 KOMENTAR

  1. Berita ini menyesatkan. Tidak mungkin koperasi punya sekuriti sampai 80 orang. Biaya gajinya sangat besar, mungkin 20pesen dari hasil kebun. Inposible bukan???. Divideo jelas kelihatan mrk datang menyerang warga yg ada dilokasi….

Tinggalkan Balasan