KAMPAR, SUARAPERSADA.com– Peristiwa berdarah di kebun KUD Iyo Basamo Desa Terantang Kampar yang mengakibatkan puluhan orang korban luka luka terkena sajam milik segerom preman, Ahad (19/6) lalu, mengundang berbagai reaksi dari elemen masyarakat.
Informasi yang dirangkum, media ini bentrok yang terjadi itu merupakan kubu Hermayalis dan Yuslianti.
Asep Ruyihad, M.H kuasa hukum Hermayalis yang di konfirmasi, Kamis 23 Juni 2022 mengatakan, bahwa kerusuhan tersebut terdiri dari kubu Hermayalis vs kubu Yuslianti. Mereka saling menyerang, dilokasi Kebun Sawit KUD Iyo Basamo, terangnya.
Menurutnya, kebun sawit KUD Iyo Basamo yang diketuai Hermayalis
sudah menghasilkan dan sudah panen buah sawit. Lalu pihak lain yang mengaku merupakan anggota dari dari wadah yang sama yakni KUD Iyo Basamo, ucapnya.
Ditanya, bagaimana pihaknya menyikapi korban luka akibatkan bentrok tersebut. “Ini yang kita sayangkan padahal jarak antara rumah warga dan kebun sangat jauh, tetapi kenapa masyarakat membawa anak-anak ke lokasi kerusuhan. Kami menduga mereka mendatangi lokasi kerusuhan karena ada oknum mengiming imingi akan mendapat hasil panen buah sawit tersebut”,jelasnya
Ia menambahkan, Ketua KUD Iyo Basamo adalah Hermayalis, tetapi masyarakat mau ambil alih.
Kita sebagai kuasa Hukum berharap agar semua pihak harus menahan diri biar proses hukum yang akan berjalan. “Kita berharap semua pihak menahan diri, tunggu keputusan proses hukum, ” pintanya.
Disisi lain, Dewi selalu Kepala desa Terantang, mengatakan bahwa pihak Hermayalis yang mengusir masyarakat dari tanah ulayat Ninik mamak desa Terantang
“Mereka kubu Hermayalis yang mengusir masyarakat dari tempat lahan,”ucap Dewi.
Sementara Yuslianti yang sudah berulang kali di konfirmasi, namun hingga berita ini dilansir belum memberikan tanggapan. **(Dani)























































