Nilai Tukar Petani di Riau Cenderung Meningkat

1
1430

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Nilai Tukar Petani (NTP) di Riau, sejak awal hingga Februari  tahun 2018 terus mengalami kenaikan.  Demikian disampaikan Kepala Bandan Pusat Statistik (BPS) Riau, Ir.Aden Gultom kepada sejumlah wartawan pada Jumpa Pers di Kantor BPS Riau, Jalan Petimura Pekanbaru, Kamis (1/3).

Dijelaskan Aden Gultom, untuk bulan Februari 2018 NTP mengalami kenaikan sebesar 1,16 persen menjadi 104,35  dari bulan januari 2018, sebesar 103,15. Kenaikan NTP disebabkan naiknya indeks harga yang diterima petani sebesar 1,23 persen, relatif lebih besar dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,06 persen Aden.

Menurut Kepala BPS Riau, melihat kenaikan tersebut,  petani mengalami surplus. Dan Surplus tersebut terjadi pada petani subsektor perikanan (NTNP=114,88), subsektor tanaman pangan (NTPP =104,37) dan subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR= 105,51).

Surplus yang lebih menonjol terdapat pada 2 subsektor. Antara lain :  subsektor hortikultura  dengan kenaikan NTPH sebesar 2,21 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat yang mengalami kenaikan NTPR sebesar 1,71 persen, urai Aden Gultom.

Dia menambahkan, hanya saja di subsektor lain terjadi penurunan NTP.  Yakni subsektor tanaman pangan yang mengalami penurunan NTPP sebesar 0,37 persen,. Subsektor perikanan yang mengalami penurunan NTNP sebesar 0,09 persen dan subsektor peternakan yang mengalami penurunan NTPT yaitu sebesar 0,06 persen. Namun besarnya penurunan pada tiga subsektor tersebut tidak terlalu berpebgaruh terhadap perputaran ekonomi masyarakat, paparnya.

Dia menjelaskan, kita berharap NTP untuk bulan Maret 2018 bisa meningkat. Karena jika NTP tinggi ,berarti kemampuan daya beli petani dan tingkat kehidupan petani semakin lebih baik. katanya.

Menurut Aden Goltom, kedepan pihaknya akan secara rutin memberikan informasi kepada masyarakat terkait perputaran dan kondisi  ekonomi dan bisnis di Riau, pungkasnya.**(jsn)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan