Wujudkan RIAU HIJAU, DLHK Riau Jalin Kerjasama Dengan PSIPHB

0
51

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com-Dalam rangka meningkatkan inovasi daerah untuk mendukung visi Riau Hijau dalam wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP). Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, menandatangani surat perjanjian kerjasama (MoU) dengan Pusat Standarisasi Instrumen Pengelolaan Hutan Berkelanjutan (PSIPHB), di Premiere Hotel Pekanbaru Senin (30/8/2022).

Menurut Murod, MoU tersebut untuk perumusan standar instrument lingkungan hidup dan kehutanan melalui sinergitas kajian biofisik, sosial ekonomi, pengukuran karbon dan peningkatan kapasitas

Kepala DLHK Riau, Mamun Murod menyampaikan apresiasinya atas terealisasikannya Perjanjian Kerjasama itu.  “Pelatihan penggunaan aplikasi GIS ini merupakan bagian dari lingkup kerjasama yang telah disepakati guna menghasilkan sumber daya manusia yang handal ditingkat KPH”.terang Murod.

Ia berharap kondisi itu akan selaras dan mendukung terwujudnya target percepatan Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Menurut Mamun Murod, Pemprov Riau tentu berterimakasih atas terealisasikan perjanjian kerjasama ini, dan pelatihan penggunaan aplikasi GIS ini merupakan bagian dari lingkup kerjasama yang telah disepakati guna menghasilkan sumber daya manusia yang handal ditingkat tapak atau KPH” paparnya.

Kadis LHK Riau ini mengatakan, Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang menyatakan bahwa sektor Forestry and Other Land Use (FOLU)/Kehutanan dan Penggunaan Lahan lainnya, akan mencapai kondisi Net Sink pada tahun 2030.

Selain pemerintah pusat, sebutnya, pemerintah daerah sangat diharapkan berperan aktif sebagai pemangku kebijakan di daerah, dapat mendorong percepatan Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 di tingkat daerah melalui penguatan KPH-KPH yang ada.

Selanjutnya, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Minas Tahura Matnuril juga menyampaikan hal yang senada. Perjanjian Kerjasama antara DLHK Riau dengan PSIPHB yang baru digagas dalam waktu hampir 4 bulan belakangan ini ternyata membuahkan hasil.

Menurut Matnuril, kegiatan yang menjadi ruang lingkup perjanjian kerjasama tersebut sangat membuka peluang untuk kita terus berbenah menuju kearah yang lebih baik ditingkat tapak, tutupnya. (jsR)

Tinggalkan Balasan