MEDAN, SUARAPERSADA.com – Kepala Otoritas Bandara (Otband) Kualanamu International Airport (KNIA) Sumatea Utara, Muhamad Nasir Usman, menjelaskan, insiden yang dialami pesawat Lion Air, Boeing 737-200, dengan nomor penerbangan JT-303 pada Jumat kemarin (24/04) hanya masalah kerusakan kecil.
“Setelah dilakukan pemeriksaan hanya terdapat korslet pada sistem pembakaran saat start, dan mengenai suara ledakan, berasal dari knalpot di bagian ekor pesawat. Kami telah melakukan pemeriksaan pada pesawat tersebut dan hanya kerusakan minor (kecil),” kata Nasir kepada wartawan, Sabtu siang (25/04).
Sementara itu, Manager Lion Air Cabang KNIA, Fendi, mengungkapkan, terkait masalah korban pada insiden kemarin pihaknya bertanggung jawab penuh.
“Bagi korban mendapat perawatan terbaik hingga sembuh. Kini tinggal tiga korban lagi yang dalam perawatan dan seluruh biaya ditanggung pihak Lion Air,” katanya.
Menurut dia, para penumpang yang kemarin keberangkatannya tertunda, kini sudah semua terlayani dengan baik dan telah diberangkatkan semuanya. Sementara masalah pesawat, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada penyelidikan pihak Otoritas bandara (Otband).
Diberitakan sebelumnya, suara ledakan terdengar di bagian ekor Lion Air JT-303 tujuan Medan (KNIA)-Jakarta, Jumat kemarin siang, ketika pesawat itu hendak lepas landas. Pesawat yang berpenumpang 206 orang di tambah 7 awak pesawat itu akhirnya dibatalkan penerbangannya karena mengalami kerusakan mesin.
Suara ledakan itu membuat para penumpang panik sehingga, mereka saling berdesakan keluar melalui pintu darurat untuk menyelamatkan diri. Akibat insiden tersebut empat orang penumpang terluka dan dirawat di Rumah Sakit Umum Grand Madistra Lubuk Pakam.**Win






















































