BAGANSIAPIAPI, SUARAPERSADA.com – Ikatan Dokter Indoensia kabupaten Rokan Hilir mengelar Musyawarah Cabang (Muscab) dan sekaligus menaja seminar Penatalaksanaan Kegawatdaruratan Pada Kehamilan Bayi (PKPKB), dibuka secara langsung Plt.Sekdakab Rohil Drs H.Surya Arfan MS,i, di Hotel Lion, Rabu (11/2) di Bagansiapiapi.
Dalam acara seminar tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Rohil Dr.H.M Junaedi Saleh, Drektur RSUD Protomo Nina Elvita, SKPD Pemkab Rohil,Kepala Pukesmas Serohil, serta para Bidan sekabupaten Rokan Hilir.
Plt Sekdakab Rohil Drs.H Surya Arfan MS,i dalam sambutanya mengatakan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merupakan organisasi profesi Dokter di Indonesia, kususnya di Kabupaten Rokan Hilir. Wadah para Dokter dalam mencapai tujuan melalui kebijakan peningkatan profesionalisme, guna menjamin masyarakat mendapatkan pelayanan berkualitas.
“Dalam Musyawarah cabang ( Muscab ) Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) ini kita sangat mengharapkan, dokter di RSUD Protomo maupun di setiap Pukesmas yang berada di Rokan Hilir, harus iklas dan tulus melayani masyarakat,” ucap Surya Arfan.
“Kalau Dokternya dengan wajah geram, otomatis pasien yang inggin berobat malah bertambah para penyakitnya. Bagi Dokter kusus menagani pasien kita mengharapkan, harus ikhlas dan tulus untuk melayani masyarakat, baik itu kaya maupun itu miskin,” kata Surya.
Harapan kita dengan adanya muscab dan seminar akan ada peningkatan pelayanan bagi setiap dokter, medis dan bidan untuk memberikan pelayanan terbaik, kesuksesan pemerintahan daerah setempat tergantung kepada pelayanan kita terhadap masyarakat, seperti pelayanan kesehatan.
“Kita juga menghimbau kepada Dokter, ketika masyarakat membutuhkan perobatan, dokter harus berada ditempat, jagan pula dokter tidak ada ditempat,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Rohil Dr Junaedi saleh menyampaikan, kita mengharapakan muscab dan sekaligus seminar Penatalaksanaan Kegawatdaruratan Pada Kehamilan Bayi, Untuk angka kematian ibu dan bayi di Rokan Hilir menurun, dibandigkan tahun-tahun sebelumnya.
“Tentunya, kita juga mengharapkan kepada para Dokter supaya ramah terhadap pasien yang inggin berobat, baik itu pejabat maupun masyarakat biasa. Karena itu sudah tugas dan tanggung jawab para Dokter,” harap Junaidi (jarmain)





















































