Beranda Breaking News PHK Sepihak Karyawannya, PT. SHL Paksa Kosongkan Rumah Tanpa Berikan Pesangon

PHK Sepihak Karyawannya, PT. SHL Paksa Kosongkan Rumah Tanpa Berikan Pesangon

5438
3
PT. SHL Paksa Kosongkan Rumah Tanpa Berikan Pesangon
PT. SHL Paksa Kosongkan Rumah Tanpa Berikan Pesangon

PELALAWAN, SUARAPERSADA.com – Kesewenang-wenangan terhadap buruh terjadi di PT. Sinar Haska Lestari (PT. SHL) Kebun Pelalawan.

Tanpa sebab yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan hukum, pihak manajemen telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap karyawannya atas nama Mhd. Ardi Sirait, Selasa (1/9/2020).

PHK sepihak tanpa pesangon itu diduga tanpa prosedur yang jelas dan melanggar peraturan perundang-undangan.

Selain itu, perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit ini juga memaksa Ardi beserta keluarganya untuk segera mengosongkan rumah perusahaan yang ditempatinya dengan tujuan agar Ardi segera meninggalkan lingkungan perusahaan tanpa menuntut hak-haknya.

Baca juga : Korwil SERBUNDO Riau : “Kita Ada Untuk Membela Hak Buruh !”

Tindakan yang dilakukan perusahaan perkebunan sawit yang beralamat di Desa Pelalawan, kecamatan Pelalawan, kabupaten Pelalawan – Riau ini diduga kuat telah melanggar pasal 151 Jo pasal 155 UU No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Selain itu tindakan PT. SHL tersebut telah menghilangkan azas praduga tak bersalah karena telah mendahului putusan hakim pengadilan dengan menuduhkan perbuatan pidana.

Baca juga : PT Asuransi Jiwa Sinarmas Luncurkan Produk Bancassurance

Berdasarkan penjelasan dari Ardi kepada media ini PT. SHL yang merupakan perusahaan tempat ia bekerja mem-PHK dirinya dengan alasan ia dituduh melakukan penggelapan bahan bakar solar dari unit alat langsir jhon dhere yang dioperasikannya sebanyak 15 liter dan menjual ke supir truk pengangkut buah sawit.

Baca juga : Kuasa Hukum Pekerja Prihatin Atas Tindakan PHK Yang Dilakukan PT Mitro Almira

Diceritakan Ardi, kejadian itu terjadi setahun yang lalu. Pada saat itu truk pengangkut buah sawit meminjam minyak kepadanya sebanyak 15 liter yang disaksikan oleh karani buah karena truk tersebut butuh tambahan minyak untuk sampai ke tempat tujuan pembongkaran buah sawit yang dibawanya tersebut.

Baca juga :PHK Massal Terjadi, Ini Tuntutan FSPMI Sumut

“Minyak itu telah dikembalikan tapi perusahaan tetap memaksa menuduh saya melakukan penggelapan. Padahal keterangan saya itu telah diperkuat oleh supir truk dan karani buah yang merupakan orang yang melihat langsung kejadian,” terangnya.

Lanjut Ardi, “bahkan manager estate pak Sugiono dan Humas pak Sitompul memaksa saya untuk mengundurkan diri dengan cara menakut-nakuti saya akan dilaporkan dan ditahan ke Polsek Pelalawan. Namun hingga saat ini tidak jadi dilaporkan tetapi yang terjadi justru mem PHK saya dengan alasan penggelapan,” kata Ardi yang mengaku sudah bekerja selama 7 tahun di perusahaan tersebut.

Mhd. Ardi Sirait yang bekerja sebagai operator langsir PT. SHL Kebun Buatan di PHK terhitung sejak tanggal 01 September sesuai surat PHK No: 01/SHL/DIR/IX/2020 melalui manager Estate Sugiono tanpa memberikan hak atas pesangon serta hak-hak lainnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Media suarapersada.com. mencoba konfirmasi kepada pihak PT. SHL Kebun Pelalawan estate, Sugiono lewat telepon dan Wa No.HP 0812 6149 xxxx, namun yang bersangkutan tidak mau mengangkat teleponnya.

Meskipun sudah dicoba beberapa kali, namun tidak dijawab. Hingga berita ini dinaikkan Manager estate PT SHL belum memberikan klarifikasi terkait berita ini.**(DIR)

3 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan