Negara Hadir Tak Boleh Kalah Dari Kejahatan, Polda Riau Amankan Mafia Kayu Komplotan Anak Jenderal

0
21

PEKANBARU, SUARAPERSADA. com-Usai melakukan patroli udara dan menemukan aktivitas Illegal Logging, Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi langsung memerintahkan Tim Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau membongkar mafia pencurian kayu  atau illegal logging di hutan lindung daerah Siak Kecil Bengkalis.

Tim Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau membongkar mafia kayu atau illegal logging di hutan lindung daerah Siak Kecil Bengkalis. Tim mengamankan pelaku dan kayu hasil penebangan liar dari hutan lindung yang siap diangkut  sebanyak 10 ton kayu yang siap diangkut berhasil disita, Selasa (16/11/2021).

Saat penangkapan, tim menghentikan kegiatan pemuatan kayu log ditepi sungai Siak Kecil,  dan menanyakan siapa pemilik kayu log. Diperoleh keterangan bahwa pemiliknya adalah Mat Ari alias Anak Jenderal yang kemudian berhasil diamankan.

Petugas melakukan  penyisiran di beberapa kawasan  di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil dan ditemukan barang bukti kayu kurang lebih 10 ton dengan jenis rimba campuran.

Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi  mengatakan,
“Benar, kita gulung komplotan illegal logging di Sungai Mandau di Teluk Nibung dan juga Sungai Linau,” terangnya.

Komplotan mafia kayu yang dipimpin Mat Ari alias Anak Jenderal itu ditangkap oleh tim gabungan yang diback up personel Brimob. “Ini komplotan pimpinannya Mat Ari alias Anak Jenderal. Lokasi saya lihat dari atas (patroli udara),kayu illegal logging dihanyutkan ke sungai ” sebut Irjen Agung.

Kapolda memastikan menindak tegas pelaku perambahan hutan. Penindakan tidak hanya sampai ke pekerja, tapi ia memastikan akan membongkar sampai ke pemodal.

Menurut Agung, perambahan hutan menjadi pintu awal terjadinya kerusakan lingkungan di Riau. Semula hutan dirusak lewat penebangan liar. Setelah dijarah kayunya, hutan asri itu kemudian mulai mengering dan mulai dibakar pada musim kemarau.

Tidak sampai 2-3 tahun, hutan itu dibakar dan berubah menjadi perkebunan yang digarap para pelaku secara ilegal dengan ditanami sawit. Muaranya hutan lindung, kawasan Suaka Margasatwa di Giam Siak Kecil dan Kerumutan itu berubah menjadi perkebunan. Maka kita cegah dengan menjaga agar tidak ada lagi aktivitas perambahan hutan, illegal logging dan sebagainya, ujarnya.

Dari udara terpantau, kawasan Giam Siak Kecil, terlihat hutan  telah dijarah para pelaku illegal logging. Kayu-kayu alam itu ditebang dan diangkut lewat perairan. Terlihat kayu-kayu ditebang dan diolah seperti gelondongan dan papan siap jual. Kayu diangkut dari hutan dengan Ditegaskan membuat rel dari kayu yang sudah disusun, papar Agung.

Kayu dibawa dari hutan ke sungai dan diangkut ke darat. Terlihat banyak tumpukan-tumpukan kayu di dalam hutan. Termasuk hutan di Kerumutan  tak luput dari ulah penjarah.

Ditegaskan Agung, penangkapan para pelaku ilegal logging ini sebagai bukti “Negara hadir dan tidak boleh kalah dari kejahatan” tutupnya.(jsR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here