Beranda Breaking News Nasabah BRI Cabang Ujung Batu Kecewa, Nilai Rekalkulasi Bunga Kredit Membengkak

Nasabah BRI Cabang Ujung Batu Kecewa, Nilai Rekalkulasi Bunga Kredit Membengkak

2492
0
Kantor BRI Cabang Ujung Batu Rokan hulu

ROKANHULU. SUARAPERSADA
com–Sejumlah nasabah BRI Cabang Ujung batu Kecamatan Ujung batu Kabupaten Rokan Hulu mengeluhkan adanya kebijakan rekalkulasi bunga kredit yang harus dibayar nasabah saat mengajukan pelunasan maju atau pelunasan sebelum berakhirnya masa kredit.

Selain menilai kebijakan itu mendadak, mereka juga mempersoalkan besaran rekalkulasi bunga yang dibebankan. Padahal saat pengajuan dan akad kredit yang ditandatangani kedua belah pihak, perihal rekapitulasi bunga kredit tetsebut. Dengan munculnya kebijakan tetsebut, para nasabah merasa dirugilan dan menilai pihak bank BRI melakukan kebijakan sepihak.

MS salah seorang nasabah BRI Unit Ujung batu.Pada tahun 2018 MS mengajukan pinjaman ke BRI Unit  Ujung batu sebesar Rp 200.000.000 selama 36 bulan dengan besar angsuran Rp 7.355.000 per- bulan.Namun setelah berjalan selama 32 bulan tanpa ada terlambat bayar, MS ingin melunaskan sisa utangnya yang sisa 4 bulan lagi.

Saat akan melunasi pinjaman, pihak bank  BRI mewajibkannya melunasi pinjaman sebesar Rp 21.000.000 denda bunga /rekalkulasi bunga dengan detail rincian 1.800.000 per bulan di kali 12 bulan.Sementara,ketika pada saat penandatanganan kontrak pada tahun 2018, padahal MS tidak pernah membaca terkait rekalkulasi bunga tersebut.

Yang menjadi tanda tanya adalah rekalkulasi bunga yang cukup besar, padahal biasanya ketika nasabah menutup kredit di tengah jalan (pelunasan maju) hanya diwajibkan membayar bunga selama 2—3 bulan. MS mengaku sempat mempertanyakan cara perhitungan (rumus) rekalkulasi bunga itu. Namun petugas bank tersebut tidak dapat memberikan jawaban hanya beralasan bahwa angka yang tertera sudah tersistem dari pusat.

“Ini kan tidak transparan, harusnya mereka bisa menjelaskan dan mensosialisakan lewat media massa,electronik atau yang lainnya.Jadi wajar kami mencurigai ada apa-apanya,” ujar MS.

Jika ini kebijakan baru, lanjutnya, seharusnya tidak diberlakukan kepada para nasabah yang sudah menjadi kreditur sebelum adanya kebijakan tersebut. Apalagi saat melakukan pinjaman, sudah ada akad kredit antara nasabah dan pihak bank. “Jika ada aturan baru yang diberlakukan kepada kami, harusnya akad yang ada disegarkan kembali, tentunya melibatkan kami,” Sesalnya.”

Sementara Pimpinan BRI Unit Ujung batu ,Rudi saat di konfirmasi media ini tidak bisa menjelaskan secara rinci terkait Rumus ataupun peraturan dan undang -undang yang mengatur rekalkulasi bunga tersebut.

“Itu adalah peraturan dari pusat BRI,saya tidak bisa menjawab itu,saya punya pimpinan lagi.Untuk lebih jelas konfirmasi ke kantor Cabang aja pak.” Ungkap Rudi selaku pimpinan BRI Unit Ujung Batu.

Ditempat tetpisah Kepala Cabang BRI Ujung batu melalui Managernya Reyendra saat di konfirmasi di ruang kerjanya Senin,()08/03/2021) tidak bisa menjelaskan secara jelas terkait penghitungan ataupun peraturan terkait rekalkulasi bunga tersebut.

Hal ini akan membuat masyarakat nasabah BRI akan semakin bingung dan memilih untuk beralih ke bank lain akibat kurangnya sosialisasi kebijakan dan ke transparanan terkait peraturan.***(Ds)

Tinggalkan Balasan