M.Jamil: Makan Tidak Harus Dengan Nasi, Mari Ciptakan Makanan B2SA Berbasis Lokal

0
120

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com– Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Muhammad Jamil mengatakan, “Makan itu tidak harus dengan nasi. Tapi ada makanan lain yang bisa dikonsumsi, dan itu makanan lokal yang ada di Kota Pekanbaru”.

Hal tersebut disampaikan M. Jamil usai menghadiri Festival Pangan Lokal dengan lomba Cipta Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman, yang berlangsung di Halaman Dinas Ketapang kota Pekanbaru, dengan Tema “Kenyang Tidak Harus Nasi dengan Menu Pangan Lokal B2SA),”
Kamis (4/8/2022).

Dikatakan M. Jamil, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendorong masyarakat di wilayah setempat untuk menciptakan makanan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) berbasis sumber daya lokal.

Ia mengatakan, saat ini Pemko Pekanbaru sedang menggalakkan penurunan stunting. Jadi ketersediaan gizi yang dimakan itu harus sesuai, tapi itu tidak meski dengan nasi. Bisa diolah dengan produk lokal lainnya yang ada di kota Pekanbaru,” ujarnya.

Lagi kata Setko Pekanbaru ini, produk lokal sebagai pengganti nasi itu seperti Jagung, Ubi, Sagu serta produk lokal Pekanbaru lainnya seperti ikan patin ataupun lele. Jadi gizi itu terasupi baik hewani maupun nabati, urainya.

“Pemko Pekanbaru sangat mendorong program ini, karena ketersediaan pangan lokal ini banyak di Pekanbaru seperti Ubi, Jagung dan Ikan. Kalau seperti sagu, bisa kita datangkan dari luar daerah yang ada di Riau, kan lebih murah juga biayanya, terangnya.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan menjelaskan, Festival Pangan Lokal ini diharapkan dapat menumbuhkan inovasi olahan pangan yang menarik, cita rasa tinggi, dan bernilai gizi. Olahan pangan dapat dijadikan tambahan kreasi menu bagi ibu hamil untuk pencegahan stunting dan peningkatan ekonomi keluarga, terang Alek.

“Festival ini bertujuan untuk mendorong pemerataan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman dengan memanfaatkan olahan pangan lokal. Serta dapat mengembangkan menu alternatif bagi ibu hamil untuk pencegahan stunting dengan berbasis sumber daya pangan lokal,”papar Alek. (jsR).

Tinggalkan Balasan