PELALAWAN, SUARAPERSADA.com- Hanya karena tapal batas, Robin Sinaga menjadi korban pengeroyokan oleh Su beserta dua orang anaknya berinisial Sup (26) dan Can (25) warga desa Segati di areal lahan sawit milik Robin Sinaga KM 48 Desa Segati kecamatan Langgam kabupaten Pelalawan (15/04/2021) baru-baru ini.
Menurut keterangan korban Robin Sinaga, dirinya dikeroyok tiga orang yakni, Su beserta dua anaknya.Namun yang dijadikan tersangka oleh Polsek Langgam hanya anak-anak Su,sementara Su tidak ditetapkan sebagai tersangka.
” Su yang pertama memukul saya.Tetapi Su tidak dijadikan tersangka,hanya wajib lapor kata polisinya.Justru anak-anaknya yang diajak Su yang dijadikan tersangka”, ungkap Robin Sinaga di Pangkalan Kerinci Senin,(03/05/2021).
Robin Sinaga merasa aneh,kenapa Su tega berbuat demikian,sementara Su hanyalah sebagai penjaga kebun sawit dari Saut Simamora warga komplek Perumahan PT. RAPP Townsite 2 Pangkalan Kerinci kabupaten Pelalawan. “Sebenarnya masalah tapal batas kan urusan saya dengan Saut Simamora selaku pemilik kebun, tetapi mengapa Su dengan mengajak anak-anaknya berbuat demikian.Saya jadi tanda tanya dengan pemilik kebun”, ujarnya
Sebelum terjadi pemukulan.Awal pertama bermasalah terkait pembuatan tapal batas lahan antara Saut Simamora tentang membuat batas tanah,tapi tidak pas menurut si robin sinaga.Pada tanggal 15 April 2021 di kilometer 48 desa segati,kec langgam kab.pelalawan.Sekitar jam 8 pagi Robin keluar dari lokasi mau memberikan kunci sama sitorus.Habis itu pulang ke pondok,pas ketemu dilahan Saut Simamora langsung si Suparmin menyuruh berhenti dulu dan turun dulu Abang yang mengerjakan/staking tapal batas tanah ini ya? Iya min,itulah kalian mau memperbaiki/staking tapal batas lahan tidak ada ngomong sama aku,sekarang setelah aku membuat tapal batas lahanku kok kalian nanya,sekarang aku tak ada hubungan apa-apa samamu Suparmin,suruh bosmu Simamora kesini biar ngomong kami.Kata Robin Sinaga.
Pantek kau,sombong kali kau kata Suparmin dengan kasar.
Lanjut Robin,Datanglah istrinya sama anaknya dua orang,dan Suparmin berkata pukullah aku kalau berani kau.
Ngapain aku pukul kau.Tunggu Sini ya kata siparmin,iya aku tunggu kata robin.
Habis itu Suparmin dan robin pulang ke pondok masing-masing.
Selang sekitar dua jam kemudian,datanglah si Suparmin,Supriadi,Candra.Tapi saya masih didalam mobil dilokasi lahan.kata Robin
Datang suparmin,turun kau bang.ada apa suparmin? Ungkap robin
Langsung datang si Suparmin beserta dua orang tadi spontan memukul saya.kata Robin.

Menurut Robin,Pada saat kejadian dilokasi ada yang melihat yakni lingga,dia melerai pemukulan itu.
Setelah dilerai si lingga,Robin naik mobil nya tetapi datang lagi Suparmin dengan dua orang tadi menarik dari mobil,Supriadi mengatakan bunuh,bunuh.Tetapi orang itu kembali memukuli Robin sinaga.
Lanjut Robin Sinaga,Dan sampai sekarang saya tidak bisa datang lagi kelahan saya karena jalan menuju kelahan sawit saya sudah ditutup dan portal kayu oleh suparmin.Sampai sekarang saya masih trauma dan ketakutan datang ke lahan saya sendiri.
Saya harap pemilik lahan sawit Saut Simamora itu diproses oleh hukum,Masa penjaga lahan sawit dia melakukan pemukulan kepada saya??Penuh tanda tanya..
Sementara Kapolsek Langgam, Ipda M. Fadillah ketika dikonfirmasi suara persada.com melalui via WhatsApp terkait mengenai kenapa Suparmin tidak ditahan oleh Polsek Langgam mengatakan ‘ Karena tidak ada saksi yg melihat mas cuma korban aja
Saksi dari korban cuma menerangkan anak nya yg memukul korban.’ungkap Kapolsek M Fadillah.
Disinggung mengenai keterlibatan pemilik tanah Saut Simamora yang sampai berujung pemukulan Suparmin dengan kedua anaknya kepada Robin Sinaga,Kapolsek Ipda M Fadillah mengatakan tidak menjawab.(DIR***).






















































