DPC SPKN Tebo Minta Bupati Tebo Perhatikan Pembangunan Jalan Yang Rusak Parah

0
284

TEBO JAMBI, SUARAPERSADA.com-
Masyarakat Kabupaten Tebo Provinsi Jambi sangat mengharapkan perhatian dari Pemerintah Provinsi Jambi, dan bupat kabupaten tebo agar memperbaiki Jalan yang rusak dan berlobang sesuai  di wilayah seluruh kabupaten tebo.

Sebagaimana pantauan Dewan Pimpinan Cabang Solidaritas Peduli Keadilan Nasional (DPC-SPKN) Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, banyak ruas  jalan yang rusak yang tak kunjung di perbaiki. Khususnya ruas jalan di Rimbo Bujang. Akibatnya masyarakat harus menghirup debu bahkan sampai terjatuh saat melintas di ruas jalan tersebut.

Diakui Ketua DPC SPKN Tebo, Jekson Sitorus, sesuai pantauan tim di lapangan, bahwa pemprov melalui Dinas PUPR Provinsi Jambi telah melakukan perbaikan jalan di beberapa titik sejak tahun 2022 lalu. Atas kepedulian Pemprov Jambi tersebut, kami sangat mengapresiasi, ucap nya.

Selanjut nya dalam Tahun Anggaran 2023, pemerintah provinsi Jambi kembali menganggarkan untuk pekerjaan rekontruksi jalan Simpang  Sawmil sampai Simpang Loqpon dengan nilai kontrak Rp 9.118.779.555,75. Dengan jangka waktu pelaksanaan 180 Hk yang dikerjakan  CV.PAYE MORE RAWANG

Kami perlu kembali kebelakang bahwa pada tahun 2022 lalu, pemprov Jambi juga telah mengalokasikan anggarkan sebesar Rp 4 M untuk pekerjaan pembangunan jalan dari Simpang Sawmil sampai ke Simpang Lopon. Namun dalam pelaksanaannya yang dikerjakan  hanya Jalan 10 hingga 13, sesuai hasil Observasi tim SPKN, ulas Jekson Sitorus.

Yang menjadi peryanyaan kata Jekson, kenapa pada tahun 2023 ini, Pemprov Jambi  kembali menganggarkan dengan locus yang sama, sesuai papan nama.

Kami dari DPC  solidaritas peduli Keadilan Nasional akan berkomitmen untuk mengawasi kegiatan ini, karena  anggarannya bersumber dari pajak masyarakat. Jika nanti ada kecurangan, kami akan laporkan, termasuk hasil pekerjaan  yang dilaksanakan pada tahun 2022 lalu, terang nya.

Kepada awak media, Ketua DPC SPKN Tebo, Jekson Sitorus mengatakan, pihaknya akan terus mengkawal rekontruksi atau pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jalan dari Simpang Sawmil sampai ke simpang Loqpon hingga selesai.

Ia berharap kepada dinas PUPR agar kegiatan tersebut dekerjakan sesuai spesifikasi teknis yang sudah di tentukan dam kontrak kerja, harapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh tim investigasi dari DPC SPKN Tebo, Chenerko Sitomorang yang langsung turun ke lokasi kegiatan,  pihaknya berharap agar pekerjaan tersebut dilaksanakan sesuai Spek yang sudah ada.

“Jika nantinya ada kecurangan dalam pekerjaan, kita akan  laporka ke pihak APH,” tegas nya.

Ketua DPC SPKN Tebo, Jeckson  Sitorus kembali menguraikan,
Argumentasi menurut pengamatan kita di lapangan, mengenai base A dihampar dilapangan :

1. Spesifikasi base A terdiri dari corst agregat, medium agregat,pasir alam dan abu batu sebanyak 6 % sebagai pengikat. Ukuran material terbesar adalah 2,5 inchi olahan pabrik.

Pantauan dilapangan, material yang dihampar pada badan jalan diduga base A tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Berikut temuan dilapangan :
1. Clay atau kotoran base berupa tanah cukup tinggi sehingga daya dukung base terhadap beban akan berkurang.

2.Ukuran material aggregat terlalu besar melebihi ukuran yang sudah ditentukan yaitu max 2,5 inchi

3.akibat Clay atau kotoran tanah yang sangat tinggi maka kepadatan maximal Dengan metode pengukuran sandcone dengan minimum kepadatan 96% akan sulit untuk dicapai.

4. Maka dengan mutu material yang diduga tidak sesuai tersebut maka sangat berpotensi merugikan keuangan negara, tandas nya.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tebo, Hendri Nora yang dikonfirmasi melalui WhatsApp nya, mengakui bahwa tahun 2023  Pemprov Jambi ada melaksanakan pembangunan Jalan di Kab.Tebo, sesuai surat pemberitahuan yang diterima pihaknya dari Pemprov Jambi dalam hal ini Dinas PUPR Jambi dengan anggaran sekitar Rp 9 M.

Ia juga mengakui bahwa tahun 2022,  Pemprov Jambi juga melaksanakan kegiatan di wilayah Tebo yakni ruas Jalan Simpang Sawmil hingga simpang Loqpon. Dan yang dikerjakan sekarang merupakan lanjutan dari pekerjaan tahun 2022, tutup Hendri Nora.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pekarjaan pembagunan Jalan Simpang Sawmil – Simpang Loqpon, Wahyu yang dikonfirmasi melalui pesawat siluler nya mengatakan. Benar bahwa jalan tersebut di kerjakan pada tahun 2022 lalu di 10 dan 13 sepanjang 1 km dengan anggaran sekitar Rp 4 M. Dan untuk tahun anggaran 2023 kembali dikerjakan sepanjang sekitar 2 Km, terang nya.

Wahyu menambahkan, untuk pekerjaan tahun ini, jalan di perlebar dari sebelumnya yakni, 4,5 meter menjadi 6 meter.

Ditanya terkait spesifikasi teknis pekerjaan,  mulai dari material base A dan base B. Ditegaskan Wahyu, pekerjaan base mulai dari ketebalan dan spek sudah sesuai aturan.ucapnya.

“Sebelum dilakukan pengaspalan, kita terlebih  dulu melakukan pengukuran ketebalan, kepadatan dan jenis matetial. Kalau sudah sesuai baru kita ijjnkan dilakukan pengaspalan,” terang nya.

Wahyu menambahkan, “Saat ini kita kerja harus cermat, hati-hati dan taat aturan. Kita harus hindari hal-hal yang berlawanan dengan aturan dan hukum. Artinya, jalan tersebut dibangun agar bisa dinikmati oleh masyarakat, tutup Wahyu.(jsR)

Tinggalkan Balasan