
Disaksikan oleh puluhan ribu masyarakat yang sudah berbaur dengan wisatawan, Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman membuka secara resmi Festival Pacu Jalur tahun 2017 di Lapangan Limuno, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Pelaksanaan Festival Pacu Jalur tahun ini dirasakan lebih baik dari tahun sebelumnya. Apa lagi, peserta pacu jalur tahun ini mencapai 193 jalur atau lebih banyak dibandingkan tahun lalu.
“Pacu jalur semakin tahun semakin ramai. Kita bersyukur karena promosi yang dilakukan dalam mengenalkan iven pacu jalur dapat berjalan lebih baik. Bahkan masuk dalam kalender pariwisata nasional,” kata Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman di kediaman Bupati Kuantan Singingi, Rabu (23/8/2017).
Orang nomor satu di Riau itu pun berkeyakinan, iven pacu jalur bisa menjadi magnet pariwisata tersendiri bagi Riau, khususnya Kuansing.

Untuk itu, Gubri pun meminta pemerintah dan dinas terkait untuk bersinergi mengemas destinasi wisata lain yang ada di daerah ini dengan semenarik mungkin.
Dengan begitu, kata Andi, wisatawan yang datang ke Kuansing ini tidak hanya sebatas untuk menyaksikan iven pacu jalur saja. Tetapi bisa juga melanjutkan wisata ke destinasi lainnya, seperti halnya ke air terjun Guruh Gemurai, air terjun Tujuh Tingkat, air panas Sungai Pinang, Danau Rawang Udang dan masih banyak lagi.
“Iven ini bisa digunakan untuk promosi destinasi wisata yang lain. Nanti suatu saat pas iven pacu jalur dilaksanakan, masyarakat tidak hanya datang ke sini saja, tetapi bisa saja menambah waktu untuk berkunjung ke destinasi lain di Kuansing ini,” urainya.
Pria yang akrab disapa Andi Rachman itu mengungkapkan, Pacu jalur mengandung kearifan lokal yang bisa menjadi modal sosial dalam membangun ekonomi. Sebagai sebuah tradisi, ini momen yang tepat untuk mengangkat perekonomian masyarakat.
Apa lagi setelah melihat tingkat kunjungan wisatawan yang semakin meningkat, kata Andi, pemerintah daerah harus lebih bersemangat dalam mengemas iven Pacu Jalur semenarik mungkin untuk tahun-tahun berikutnya.
“Ini multiplier efek, maka itu daerah harus menggali potensi wisatanya dengan cermat. Kita akan bersinergi dalam memajukan sektor wisata. Karena geliat wisata di Riau makin maju. Dan saya melihat destinasi wisata kita semakin mendapat perhatian. Saya ucapkan terima kasih kepada para bupati yang terus mengembangkan pariwisatanya,” tandasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya Bupati Kuansig Drs H Mursini menyampaikan bahwa selain wisata pacu jalur, potensi wisata lain yang dimiliki Kabupaten Kuantan Singingi berupa, Perahu Baghanduang, Air Terjun Guruh Gemurai Kasang, Air Terjun Batang Koban Lubuk Ambacang, Air Terjun Pati Soni Cengar, Air Terjun Sungai Dangku, Air Terjun Itam, Sumber Air Panas dan Air Terjun Lainnya.

Kuansing juga memiliki destinasi lain seperti Danau Kebun Nopi, Danau Rawang Benai, Danau Koto Kari, rumah godang Sentajo, Rumah Godang Toar, Goa Bunian di Teratak Bukit Kauman dan Goa Macan di Cengar, Padang Candi (eks Kerajaan Candi) Sangau, Eks Kerajaan Istana Dhamna di Bukit Betabuh Kasang.
Semua potensi wisata yang dimiliki Kuansing baik wisata alam, wisata budaya maupun wisata sejarah sangat menarik dan layak untuk dikunjungi oleh para wisatawan, baik Wisatawan Lokal, Regional maupun Wisatawan Mancanegara.
Budaya Pacu Jalur merupakan budaya masyarakat Kuansing, yang sudah berumur ratusan yang lalu. Dulu, jalur dipergunakan hanya untuk mengangkut usaha pertanian masyarakat, karena hanya menggunakan transportasi sungai. ” Namun dalam perkembangannya, tradisi ini kemudian diperlombakan guna memperingati HUT RI,” Paparnya.
Saat ini, Event Pacu Jalur ini telah masuk dalam event terpopuler nasional yakni Anugerah Pesona Indonesia (API). Makanya dari itu mohon dukungan semua kalangan, untuk mewujudkan event ini semakin baik kedepannya.
Bupati sangat berharap, adanya bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi, terhadap pembangunan tebing dan penataan kawasan areal Pacu Jalur. “Kami mohon Gubri dan dan Pemerintah pusat bisa mewujudkan harapan masyarakat Kuansing
Dijelaskannya, Sektor pariwisata sebagai salah satu pengembangan ekonomi masyarakat di samping pertanian dan perkebunan, makanya meminta semua komponen berpartisipasi aktif, dalam mengembangkan wisata dan menciptakan keamanan, kebersihan dan keramah-tamahan di Kuansing harapnya.**(Adv.hmsriau)























































