Diduga Tercemar Limbah, Ikan di Sungai Ngaso Kembali Mati

0
631

UJUNGBATU, SUARAPERSADA.com -Ratusan ikan di Sungai Ngaso, Senin (26/1) kembaliditemukan mati. Ikan tersebut mati diduga karena tercemar limbah dari perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berada di hulu sungai yang terhubung dengan Sungai Rokan tersebut.

Pantauan Berita Harian, Senin (26/1) siang di aliran Sungai Ngaso,
ratusan ikan tampak mati dan bahkan ada yang masih mengelapar. Disatu sisi, warna air sungai tersebut juga tampak terlihat keruh kehitaman dan bau air juga menyengat.

Informasi yang dirangkum Riau Persada  dilapangan, ikan tersebut mulai mati sejak subuh dini hari saat warga melakukan aktifitas Mandi, Cuci dan Kakus (MCK).

“Tadi pagi ketika kami mau ke sungai, kami melihat banyak ikan mati. Ketika dilihat kondisi warna air, terlihat keruh dan berbau busuk. Padahal baru seminggu lalu, juga ikan-ikan di sungai tersebutditemukan mati,” kata Anton salah seorang warga Desa Ujungbatu Timur Kecamatan Ujungbatu.

Menurut Anton bersama sejumlah warga yang berdomisili di tepi Sungai Ngaso, ikan-ikan tersebut mati jelas disebabkan oleh racun atau limbah.

“Kuat dugaan kami secara kasat mata kalau ikan tersebut mati disebabkan karena limbah PKS. Namun kami tidak bisa memastikan dari mana asal limbah tersebut, karena ada dua PKS yang berada di hulu Sungai Ngaso,” katanya.

Anton berharap kepada pemerintah atau dinas terkait agar bisa
mengambil tindakan tegas. Sebab, kejadian ini sudah berulang-ulang dan bahkan dalam sepekan terjadi dua kali pencemaran.

“Kita minta BLH transfaran menyampaikan hasil lab sepakan lalu. Karena kalau tidak, maka habitat ikan yang ada di Sungai Ngaso ini akan habis total,” jelasnya.

Humas PT Rohul Sawit Industri (RSI), Syahrial ketika dikonfirmasi
Riau Persada, mengaku siap untuk dilakukan pengecekan ke kolam limbah milik perusahaan.

“Kami siap diselidiki atau diperiksa BLH terkait kejadian itu. Sebab, selain telah melakukan land aflikasi perusahaan PT RSI juga telah memiliki kolam pembuangan limbah standar,” katanya.

Sedangkan Humas PT Lubuk Bendahara Palma Industri (LBI), Naingolan ketika ditemui Riau Persada saat bersama masyarakat mamantau Sungai Ngaso, Senin (26/1), membantah kalau perusahaanya telah melakukan pencemaran atau pembuangan limbah.

“Pembuangan limbah kita siap untuk diperiksa, karena kita sudah memiliki 8 kolam dan dalam waktu dekat berencana akan melakukan land aflicasi,” ujarnya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Rokan Hulu, Hen Irfan ketika dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Senin (26/1)
mengatakan, anggota (BLH) sudah turun untuk memantau langsung ke Sungai Ngaso terkait ikan mati tersebut.

“Dari fakta dilapangan, kita sudah dapat dan bisa diprefikasi, dan kita akan buat surat teguran kepada perusahaan,” jelasnya diujung telepon.

Menurut Hen Irfan dari dari fakta yang ditemukan pihaknya,  limbah tersebut berasal dari PT LBPI. “Ikan itu mati positif karena limbah dari PKS dan itu berdasarkan fakta awal. Kita sudah surati perusahaan dan kita akan minta mereka untuk melakukan pemulihan,” katanya.

Sementara mengenai hasil Lab terkait kejadian ikan mati di Sungai
Ngaso sepekan lalu, menurut Hen Ifran belum ada hasil, karena hasilnya belum keluar dari lab Pekanbaru.(SF)

Tinggalkan Balasan