BAGANSIAPIAPI, SUARAPERSADA.com – Rusiana (25) warga Jalan Pepaya RT VI RW 03, kepenghuluan Bagan Jawa Pesisir, Bangko didiagnosa menderita OD tumor Orbita yang mengakibatkan mata sebelah kanannya menonjol keluar.
Ditemui media ini dikediamannya, sebuah Rumah Layak Huni (RLH) yang terbuat dari papan dengan didampingi ayah Piyan dan ibu Iro serta sejumlah kerabat, Rusiana menceritakan awal mulanya sebelum divonis terkena tumor dia merasakan sakit pada bagian belakang kepala.
“Sudah ada dalam tiga bulan ini, awalnya hanya sakit kepala tapi setelah diperiksa ada tumor,” katanya dengan raut wajah sedih. Oleh pihak RSUD dokter Pratomo Bagansiapiapi untuk pengobatan Rusi (panggilannya), diirujuk ke RSUD Arifin Achmad di Pekanbaru.
Dia menghabiskan waktu sekitar 13 hari di Pekanbaru untuk pengobatan awal sehingga kondisi mata yang sebelumnya lebih menonjol dan rasa sakit yang dialaminya bisa sedikit berkurang.
Meski begitu untuk pengangkatan tumor, pihak RSUD Arifin Achmad merekomendasikan juga rujukan ke RS Cipto Mangun Kusumo di Jakarta. Dalam surat yang dikeluarkan pihak RSUD Arifin Achmad disebutkan Rusi didiagnosa menderita OD tumor orbita dan telah diberikan sejumlah terapi.
Diketahui rujukan ditujukan kepada RSCM, poli penyakit mata untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut untuk Rusiana. Nomor kartu BPJS 0000294413984, Diagnosa malignant neoplasm, orbit c696, dengan nomor rujukan 040R0060415AD000038.
Meski surat rujukan telah diperoleh namun Rusi belum bisa serta merta berangkat ke Jakarta, kendala biaya transportasi, dan kebutuhan selama di sana menghambat dia dan suami untuk berangkat. Apalagi latar belakang sebagai pekerja serabutan, Rusi yang juga mengambil upah sebagai tukang gosok pakaian ini tak memiliki cukup uang.
“Ya untuk transportasi saja duit sudah tak ada, belum lagi perlu makan, tidurnya dimana nanti. Kalau obat katanya dah gratis, cuma ongkos itulah yang berat. Padahal surat rujukan ini masa berlakunya tinggal 12 hari lagi atau akhir April ini, kami mohon ada yang mau membantu kesulitan yang kami derita,” harapnya.
Karena penyakit yang diderita katanya, dia kerap merasakan kesakitan yang luar biasa di bagian kepala dan mata. “Sakit bukan main, dek (karena) kuat iman saja saya tahan kalau tidak maulah menjerit siang malam,” tuturnya. Iro sang ibu mengaku sedih dengan penyakit yang diderita sang anak, yang menyedihkan terangnya kalau malam hari dan tidur, mata Rusi yang sakit tidak bisa dipejamkan.
“Jadi kalau tidur mata yang baiknya tertutup, tapi yang sakit itu terbuka saja, sedih melihatnya,” ucap Iro. Ayahnya, Piyan mengharapkan agar ada donatur yang tergerak membantu meringankan biaya pengobatan sang anak.
“Kami mohon lah supaya dibantu, kalau kehidupan kami ni sudah susah dari dulu lagi. Harta benda tak ada nak dijual, kalau ada tanah bisa lah dijual, tapi ini tak ada. Kami minta tolong betul-betul, dan kepada Allah juga kami berdoa agar diberikan petunjuk atas musibah yang kami alami ini,” ujarnya.**jarmain





















































