Terminal Barang Sektor Unggulan PAD Dumai

0
1125

DUMAI, SUARAPERSADA.com – Anggaran Pendapatan Belanja Pemko Dumai tahun 2017 mengalami defisit yang signifikan hingga mencapai Rp 200 miliar, akibatnya anggaran masing – masing SKPD berimbas terkena rasionalisasi.

Data diperoleh media ini, APBD Pemerintah Kota (Pemko) Dumai tahun 2017 hanya sekitar Rp 1. 167 trilliun, setidaknya berdampak langsung pada penghematan anggaran.

Maka akibat dari pengurangan dan penghematan anggaran tersebut, volume kegiatan setiap SKPD yang di rasionalisasi sekitar 50 persen ini sangat berdampak.

Berangkat dari iklim keuangan Pemko Dumai yang drastis menurun ini, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Dumai juga tetap dituntut untuk maksimal dan proaktif menjalankan roda pemerintahan yang baik.

Selain itu, SKPD ini juga dituntut maksimal memberdayakan dan mengoptimalkan pemasukan anggaran daerah dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Di lingkungan Dinas Perhubungan Pemko Dumai salah satunya, dinas ini merupakan lingkup dinas yang sangat didambakan menunjang PAD Pemko Dumai yang cukup signifikan.

Terminal Barang misalnya, terminal ini merupakan salah satu bidang yang dikelola Dinas Perhubungan Pemko Dumai.

Bahwa sektor terminal barang ini merupakan idola dan unggulan pencetak dan penyumbang terbesar PAD Kota Dumai.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Perhubungan Pemko Dumai, Asnar SP. M.Si, mengakui, bahwa target PAD dari sektor terminal barang untuk tahun 2017, yakni sebesar Rp 17 miliar.

Ditemui di ruang kerjanya kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Pemko Dumai sore tadi, Jum’at (13/10), menyebut pihaknya akan berupaya mempertahankan dan memenuhi tercapainya target yang sudah ditetapkan Rp 17 miliar.

“Harapa saya akan bisa dan tetap mempertahankan tercapainya target PAD ini” imbuh Asnar, pada suarapersada.com.

Menurut Asnar, untuk periode per Januari hingga September 2017, Dishub yang dipimpinya telah memperoleh PAD dari sektor terminal barang sebesar Rp 13, 6 miliar.

Terkait PAD dari sektor terminal barang ini, Asnar mengutip pengalaman silam di lingkungan Dishub Dumai pernah bermasalah, maka dia (Asnar-red) menyebut akan berupaya menghilangkan Imez negatif dengan cara membuang dan menghilangkan celah-celah potensi kebocoran penerimaan di lingkungannya khusunya sektor terminal barang.

Karenanya kata Asnar, dia akan memberdayakan pihaknya untuk terus berbenah dan optimal melakukan peningkatan pengawasan terutama di bagian sektor pemasukan PAD, kata Asnar.**(Tambunan)

Tinggalkan Balasan