Beranda Breaking News Usai Serang Security NWR, Warga Minta Didamaikan di Hearing Komisi 1 DPRD...

Usai Serang Security NWR, Warga Minta Didamaikan di Hearing Komisi 1 DPRD Kampar

190
0

BANGKINANG, SUARAPERSADA.com
Masyarakat Rantau Kasih dan PT. Nusa Wana Raya (NWR) penuhi undangan hearing yang dijadwalkan Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Kampar, Senin (1/3/2021).

Hearing ini dilakukan dalam upaya perdamaian menyusul tindakan penyerangan oleh oknum masyarakat yang diduga melakukan kegiatan ilegal loging di sekitar konsesi PT. NWR di Desa Rantau Kasih, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, kabupaten Kampar, beberapa waktu lalu.

Fahmi, Humas PT. NWR kepada crew media ini menuturkan tindakan penyerangan ini terjadi saat security sedang melakukan kegiatan patroli untuk mengawasi konsensi tanaman Akasia milik perusahaan HTI itu.

Penyerangan ini mengakibatkan korban luka-luka dan dua unit mobil patroli yang hangus dibakar massa. Merasa terancam dan dirugikan, akhirnya pihak PT. NWR melaporkan peristiwa ini ke Polsek Kampar kiri Hilir.

“Dari pihak petugas patroli kami mengalami luka dibagian wajah dan dua unit mobil kami dibakar”, ujar Fahmi.

Sambung Fahmi, pihaknya sangat menyesalkan kejadian ini dan meminta penegak hukum untuk mengusut kasus ini.

Fahmi juga mensinyalir adanya kegiatan ilegal loging yang dilakukan oknum masyarakat disekitar konsensi PT. NWR.

Sementara itu, untuk menengahi persoalan ini, masyarakat meminta agar DPRD Kampar melakukan hearing dengan menghadirkan pihak PT. NWR. Karena pasca pelaporan itu, dilakukan penangkapan sejumlah masyarakat.

Ketua komisi l DPRD Kabupaten Kampar, Ansor, menyarankan kedua belah pihak untuk berdamai. Selain itu, Ansor juga meminta agar perusaan mencabut laporan penganiayaan, ke Polsek Kampar Kiri Hilir.

“Mediasi ini untuk upaya berdamai kedua belah pihak secara kekeluargaan,” ucap Ansor singkat.

Namun menanggapi permintaan ketua komisi 1 tersebut, Fahmi menuturkan dirinya belum bisa menyanggupinya karena harus menyampaikan hal ini terlebih dahulu ke pihak direksi.

“Belum bisa kita menentukan kepastian untuk berdamai. Karena masih menunggu keputusan dari Direksi,” jawabnya.

Selain Ketua Komisi 1, Hearing ini juga dihadiri sejumlah anggota komisi 1, Pemerintahan dan hukum di lingkup Kabupaten Kampar, Camat Kampar Kiri Hilir, Kepala desa Rantau kasih dan sejumlah masyarakats.**(HD)

Tinggalkan Balasan