Beranda Breaking News Terkait Tindakan Warga, YLBHR Minta Polda Riau Tangkap Pengusaha Galian C Ilegal...

Terkait Tindakan Warga, YLBHR Minta Polda Riau Tangkap Pengusaha Galian C Ilegal di Salo

611
0
Kondisi Kawasan Usaha Galian C Saat diseruduk Warga

BANGKINANG, SUARAPERSADA.com– Habis masa sabar, melihat usaha Galian C yang diduga ilegal di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar yang terus beroperasi tanpa peduli dengan keselamatan lingkungan hidup. Akhirnya masyarakat marah dan murka dengan melakukan tindakan anarkis.

Selasa (6/4/2021) sekira pukul 20.45 Wib, ratusan warga memasuki kawasan usaha galian C dan membakar 1 unit ekscavator, 1 unit mobil pick-up. Sementara 1 unit mobil plat merah merek Toyota Rush warna hitam yang tengah parkir digulingkan ke Sungai Kampar.

Ketua Yayasan Lingkungan dan Bantuan Hukum Rakyat (YLBHR),
Dimpos TB menyebutkan, tindakan yang dilakukan masyarakat ini terjadi, akibat sudah habis kesabaran melihat aparat penegak hukum selama ini terkesan ada pembiaran. Sudah jelas usaha itu ilegal, tapi dibiarkan. Ini jelas kejahatan lingkungan, tapi semua instansi berwenang tutup mata atas kejahatan tersebut,” ujar Dimpos TB, Rabu (7/4/2021).

Bulan lalu, 2 orang anak-anak meninggal di kolam bekas Galian C yang berada di Kelurahan Pasir Sialang, Kecamatan Bangkinang. Tapi apa yang dilakukan oleh penegak hukum? Mestinya pemilik Galian C itu diproses, ditindak secara pidana. Undang-undang lingkungan hidup secara jelas dan tegas mengatur tentang itu, kata Dimpos.

Kita minta kepada Kapolda Riau untuk memberi perhatian khusus terhadap kejahatan lingkungan hidup ini. Kita minta pengusaha Galian C ilegal di Desa Salo Timur tersebut ditangkap. Kita tidak mau. Jangan malah warga masyarakat ditangkap, tapi pelaku kejahatan lingkungan dibiarkan, cetus Dimpos.

Kapolsek Kuok Ipda Yulanda Alvaleri‎, Rabu, (7/4/2021) sebagaimana dilansir dari ruangriau.com membenarkan, telah terjadi tindakan main hakim sendiri di Desa Salo Timur, di Kecamatan Salo oleh masyarakat.

“Galian C tidak berizin ini adalah milik seorang‎ masyarakat ‎bernama Aulia Fajri (42) yang berstatus PNS di Disnaker Kampar, warga Kelurahan Air Tiris, Kecamatan Kampar,” jelasnya.

“Masyarakat yang datang ke lokasi penambangan pasir dan kerikil ilegal tersebut diperkirakan sekitar 300 orang, ujarnya.

Ipda Yulanda Alvaleri menegaskan, terkait kejadian ini pemilik galian C tidak berizin ini akan diperiksa. Karena mereka beroperasi di wilayah penduduk tanpa mempunyai dokumen perizinan. “Begitu juga dengan pelaku aksi pembakaran yang takan kita periksa,” tegasnya(HD)

Tinggalkan Balasan