“Rintihan Warga Miskin” Sudahlah Batal Dapat Bantuan Bedah Rumah, Malah Dihardik Sang Lurah

0
850
Kondisi Rumah Mardi Efendi

BANGKINANG, SUARAPERSADA.com– Mardi Effendi, warga RT 02/RW.05 Kelurahan Langgini Kecamatan Bangkinang kota Kabupaten Kampar, mengaku kecewa atas sikap Lurah Langgini Kecamatan Bangkinang Kota Kabupaten Kampar. Pasalnya, selain tak kunjung mendapat bantuan bedah rumah atau rehab rumah yang dijanjikan. Sang Lurah juga membentak, menghardik dirinya dan membatalkan bantuan bedah rumah tahun 2021.
.
Mardi Efendi menuturkan, sebelumnya sesuai arahan dari pihak Kelurahan, dirinya sudah empat kali mengajukan permohonan untuk mendapatkan bantuan bedah rumah atau rehab rumah ke pihak Kelurahan Langgini. Namun hingga kini belum terealisasi, hahkan saat dikonfirmasi ke pihak kelurahan, malah menerima bentak oleh Lurah, urainya.

Dikatakan Mardi Effendi, padahal jauh hari sebagaimana petunjuk pihak kelurahan, seluruh persyaratan adminstrasi sudah saya lengkapi, tetapi tidak pernah terealisasi. Parahnya, pegawai Kelurahan sudah pernah meninjau kondisi rumah kami yang tidak layak di tempati ini, tetapi apa yang dijanjikan tak kunjung kami terima, lirihnya.

Yang menjadi pertanyaan, kita sudah berulang kali mengajukan permohonan, tetapi tidak ada hasil, sementara warga yang lain menerima bantuan. “Sepertinya ada pilih kasih oleh pihak kelurahan. curhat Mardi Efendi, Minggu (16/5/2021) lalu.

Dikatakan Mardi, kondisi atap rumah kami sudah banyak yang bocor dan hancur, dinding pun sudah mulai miring seperti akan roboh. Padahal tahun lalu, saya sudah menandatangani surat pernyataan bantuan rehap rumah, tetapi tidak keluar juga nama kami di periode ini”paparnya.

Ia menambahkan, tetangga dekat rumah sudah dua kali dapat bantuan rehap rumah. Sementara kami satu kalipun tidak dapat. “Kok bisa sampai dua kali menerima,,”sindirnya

Ditempat terpisah, Lurah Langgini Reska, yang dikonfirmasi media ini terkait keluhan warganya. Reska mengaku tidak mengetahui apa yang dialami warganya. Dia berjanji akan menindak lanjuti harapan Mardi. “Kami akan segera meninjau rumah tersebut,” kata lurah langgini.

Dia memastikan, Mardi Efendi akan mendapatkan bantuan rehap rumah di APBD-P pada bulan Juni 2021 mendatang. “Kami akan usulkan ke Dinas Perkim Kampar di APBD-P mendatang,” tetangnya.

Namun apa yang dijanjikan sang Lurah kepada wartawan, bertolak belakang dengan kenyataan.
Dimana saat Lurah Langgini meninjau rumah Mardi Effendi, bukan memberikan kepastian akan mendapat bantuan bedah rumah. Sang Lurah malah menghardik dan memarahi warganya. Bahkan membatalkan permohonan pengajuan bantuan bedah rumah di APBD-P sebagaimana disampaikan kepada media ini.

Terungkapnya tindakan sang Lurah tersebut, sebagai mana unggahan di medsos, face book milik Meri andriayani yang tak lain anak dari Mardi Efendi pada Selasa (18/5/2021).
Dalam postingannya menyebutkan, “Kita selaku rakyat Indonesia meminta keadilan disini cuma itu saja yang kami harapkan dari pemerintah daerah Kabupaten Kampar,”tulisnya.

Namun yang kami terima malah bentak bentak dan apa yang menjadi harapan kami dibatalkan oleh Lurah. Seharusnya Lurah atau pemerintah Desa harus bersikap arif dan memberikan perlindungan kepada warganya, bukan membuat sebaliknya”curhat Meri andriayani .(Hamdani)

Tinggalkan Balasan