PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Pengamat politik dan praktisi hukum, Suryadi, SH dalam perbincangan dengan SUPERSI terkait ancaman diskualifikasi peserta Pilkada Kota Pekanbaru terhadap Said Usman Abdullah bisa dilihat dari berbagai sisi.
“Karena dunia politik itu bicara kepentingan. Cara mencapai kepentingan dan kekuasaan. Mau tidak mau segala cara bisa dilakukan untuk mendapatkan tujuan. Banyak terjadi hal hal terkadang irisional,” ucapnya.
Menurut Suryadi, pasangan Ide-SUA dalam merebut kursi “Pekanbaru-1” dilihat elektabilitas dan prospek cukup besar. Pasangan ini dianggap sebagai ancaman bagi rival lain, baik itu paslon patahana Firdaus-Ayat Cahyadi (PAS) maupun paslon Ramli Walid-Irvan Herman (RW-IH).
“Bagi kubu RW-IH, jika ‘head to head’ dengan PAS, peluang memenangkan pertarungan Pilwako Pekanbaru cukup besar,” bebernya.
Setting lain, imbuh Suryadi, ancaman diskualifikasi ini sengaja dimunculkan untuk menimbulkan kesan paslon Ide-SUA merupakan “orang orang” yang teraniaya. Ini bakal menimbulkan simpati dari masyarakat luas.
“Siapa yang bermain dalam perkara ini masih misteri. Yang jelas ada kepentingan yang bermain,” pungkasnya.***(Deden Yamara)



















































