PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Brigjen Pol Zulkarnain resmi bertugas di Bumi Lancang Kuning. Mantan Kapolda Riau Maluku Utara (Malut) ini menggantikan pejabat lama, Brigjen Pol Supriyanto.
Pergantian pucuk pimpinan Polda Riau ini ditandai tradisi pisah sambut atau “Farewel and Welcome” di halaman Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Pekanbaru,
Sabtu siang (1/10).
Acara tradisi pisah sambut itu berjalan aman dan khidmat. Semula prosesi pisah sambut itu dijadwalkan pukul 15.30 WIB, tetapi dipercepat satu jam lebih awal.
Upacara pisah sambut atau “Farewel and Welcome” diawali upacara tradisi sambutan Pedang Pora kepada Kapolda Riau yang baru Brigjen Pol Drs Zulkarnain yang dilanjutkan dengan upacara serah terima jabatan yang diikuti oleh seluruh personil Polda Riau.
Tradisi sambutan Pedang Pora adalah acara khusus yang dilaksanakan dengan maksud menyambut kedatangan pejabat Kapolda baru.
Prosesi itu diawali dengan penyambutan dan mempersilahkan kepada pejabat Kapolda Riau yang baru Brigjen Pol Zulkarnain melewati karpet merah dan melewati barisan pedang pora prajurit Polda Riau, sambil ditaburi bunga sebagai penghargaan.
Usai melewati karpet merah dan Pedang Pora, pejabay Kapolda Riau yang lama, Brigjen Pol Supriyanto dan Kapolda baru langsung menuju pelaminan yang telah disiapkan.
Prosesi tradisi “Farewel and Welcome” Kapolda Riau ini dilanjutkan dengan tarian persembahan Sekapur Sirih khas adat Melayu Riau. Di sesi ini, juga dilakukan tabur tepung tawar yang dimulai oleh Ketua Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, H Azaly Djohan dan dilanjutkan oleh pemuka masyarkat Riau yang lain.
Setelah Zulkarnain tepung tawari juga ditaburkan kepada istrinya serta kepada pejabat lama Brigjen Pol Supriyanto dan istrinya, Nyona Supriyanto.
Setelah itu Kapolda Riau yang baru Brigjen Pol Zulkarnain langsung memimpin upacara serah terima jabatan.
Tradisi “Farewel and Welcome” ini bakal dilanjutkan dengan acara “Malam Kenal Pamit Kapolda Riau” dari Brigjen Pol Supriyanto kepada Brigjen Pol Zulkarnain di salah satu hotel berbintang Pekanbaru.
Sambut Tipe A
Pergantin Kapolda dan Wakapolda Riau, Kombes Kombes Pol Suharsono dan Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Kombes Pol R Bagus Hendro cukup mendadak.
Spekulasi dan rumor pun merebak. Misalnya, terjadi “tsunami mutasi” di lingkungan Polda Riau terkait sejumlah kasus yang tak terjadi di masa kepemimpinan Kapolda Riau Supriyanto. Semisal kasus SP3 15 perusahaan terduga pelaku pembakar lahan, kasus insiden Meranti Berdarah, beredarnya foto “kongkow-kongkow” tiga pejabat utama Polda Riau dengan bos PT ASPL, salah satu perusahaan yang ketika itu lahannya sedang terbakar serta sejumlah kasus lainnya.
Namun rumor itu dibantah Kabid Humas Polda Riau Guntur Aryo Tejo. Menurut Guntur, pergantian Kapolda, Wakapolda dan satu pejabat utama sesuai Surat Telegram Kapolri nomor : ST/2325/IX/2016 tertanggal 23 September 2016.
“Pergantian atau mutasi merupakan hal yang biasa di tubuh organisasi Polri. Ini untuk penyegaran dan jejang karir,” terangnya.
Pergantian yang kesannya mendadak ini, sebut Guntur, justu untuk persiapan jajaran Polda Riau naik status tipe B ke tipe A.
“Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) menyetujui Polda Riau naik dari Tipe B menjadi Tipe A,” ungkapnya.
Persetujuan itu, imbuh Guntur, tertuang dalam surat bernomor B/ 3108/M.PAN RB/9/2016 yang ditandatangani Menpan-RB Asman Abnur. Dalam surat yang ditujukan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu, Menpan RB menyetujui kenaikan tipe 3 Polda menjadi tipe A yaitu Polda Riau, Polda Kepulauan Riau (Kepri) dan Polda Lampung.***(Deden Yamara)



















































