Pengelolaan Dana BOS DI SMKN1 Stabat Sumut Dipertanyakan

0
42

LANGKAT, SUARAPERSADA.com-
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Stabat, Provinsi Sumatera Utara, dinilai tidak transparan dalam penggunaan Dana BOS. Bahkan Murti Hairani, S.Pd selalu kepala sekolah terkesan menutup diri untuk awak media.

Murti Hairani, S.Pd, Kepala sekolah SMKN 1 Stabat diduga menyimpan aroma tak sedap dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala sekolah. Hal itu terlihat dalam penggunaan dana BOS, kepsek SMKN 1 Stabat tidak transparan bahkan terkesan kurang paham dengan UU.No.14/2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Hal itu terbukti ketika awak media mengkinfirmasi besarnya dana BOS yang diperoleh untuk setiap siswa. Murti Hairani menjawab dengan cetus, apa hak wartawan mempertanyakan hal itu, yang berhak menanyakan besarnya dana BOS untuk tiap siswa adalah Inspektorat dan BPK, cetusnya.

Ketika awak media dengan nada bertanya mengatakan, bukankah ketentuan pemerintah untuk SMA/SMK sederajat Rp 1.000.000,-/siswa, kemudian Murti mengiyakan.

Kemudian, jumlah siswa/siswi di SMKN 1 Stabat, kepsek Murti pun tidak begitu ingat berapa jumlah siswa yang sebenarnya. Nanti tanya saja ke operator berapa jumlahnya, yang jelas sudah banyak siswa yang keluar, dan mungkin sudah tidak sampai lagi 2.000 siswa, ungkapnya.

Anehnya, Kepsek SMKN 1 ini balik bertanya kepada awak media, untuk apa menanya jumlah siswa. Apa gunanya ?

Dari pantauan awak media di sekolah SMKN 1 Stabat, tidak ada terdapat papan informasi tentang penggunaan dana BOS. Padahal papan informasi tentang penggunaan dana BOS wajib ada di setiap sekolah untuk menjelaskan kepada publik yang melihat papan informasi tersebut, kemana saja dialokasikan dana BOS di sekolah bersangkutan.

Dari informasi yang diperoleh awak media di sekolah SMKN 1 Stabat, bahwa papan informasi tentang penggunaan dana BOS di SMKN 1 Stabat, sejak thn 2023, tidak pernah terpasang.

Anehnya, ketika papan informasi itu dipertanyakan kepada Murti Hariani, Kepsek SMKN 1, Murti mengatakan bahwa papan informasi penggunaan dana BOS di SMKN 1 baru thn 2024 ini tidak dipasang. Dan saya juga baru 5 bulan ini menjabat sebagai Kepsek di SMKN 1 ini, ujarnya.

Murti mengatakan bahwa dirinya baru satu kali menerima anggaran dana BOS di SMKN 1 Stabat. Dan papan informasi itu baru tahun ini tidak dipasang berhubung karena anggarannya berbeda-beda dari tahun lalu dengan sekarang, sehingga harus di ganti, cetusnya.

Sementara menurut salah seorang guru di SMKN 1, kalau tidak salah sudah ada tiga kali kepsek Murti menerima dana BOS di SMKN 1 Stabat. Karena beliau menjabat di SMKN 1 sejak tahun lalu.

Menurut bagian operator SMKN 1 Stabat, jumlah siswa/siswi SMKN 1 Stabat saat ini ada 2.096 siswa. Dari jumlah itu, berarti SMKN 1 Stabat memperoleh dana BOS lebih dari Rp 2 M. Namun penggunaannya tidak transparan. Dan layak untuk dicurigai.

Dan dari keterangan yang diberikan Kepsek SMKN 1 Stabat, kepada awak media, jelas banyak yang ditutupi bahkan terkesan tidak mengindahkan UU No.14/2008, tentang KIP. ( Basar.S).

Tinggalkan Balasan