Masyarakat Tagih Janji Kampanye Amril Mukminin di Acara Reses Anggota DPRD Lamhot Nainggolan

1
457

DURI, SUARAPERSADA.com – Sekitar 650-an orang masyarakat dari Kelurahan Air Jamban, Titian Antui, Pematang Pudu, Batang Serosa, Duri Timur, Gajah Sakti, Talang Mandi, dan  Balik Alam ramaikan acara reses anggota DPRD Bengkalis, Lamhot Nainggolan yang diadakan di rumahnya Jl.Subrantas Gg.Amal -Duri, pada hari Sabtu (29/04). Mereka datang dari berbagai suku dan agama, yaitu suku Jawa, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Minang, Melayu, Karo, Nias dan Tionghoa.

Selain itu juga tim sukses pemenangan Lamhot Nainggolan dengan nama ‘ Tim One Heart ‘ berjumlah 600 orang, juga tidak mau kalah meramaikan acara tersebut. Mereka berkumpul didalam dan luar rumah (pakai tenda), termasuk juga dirumah tetangganya yang siap menampung masyarakat yang datang dan makan bersama.

Pada kesempatan itu, sejumlah usulan-usulan dan unek-unek disampaikan warga kepada sang Lamhot Nainggolan, seperti meminta jalan/gang didaerahnya agar diusulkan ke Pemkab Bengkalis untuk segera dibangun, pemerataan dalam merekrut pegawai di instansi pemerintahan dan guru, baik itu honorer maupun PNS, Izin mendirikan rumah ibadah (IMB) tidak ada diskriminasi, pengurusan akta lahir, akta kawin, KTP, dan lain-lain agar dipermudah, kemudian masalah pengangguran yang sudah banyak di Duri, warga minta kepada sang dewan melakukan hak legislatornya agar  pihak Pemkab berupaya mengatasinya.

Serta, tak ketinggalan suara masyarakat yang hadir, memuji atas jerih payah yang dilakukan sang dewan selama ini untuk membantu mengurus kepentingan mereka, dan merekapun berjanji akan tetap mendukung pada pemilu 2019 mendatang. “Inilah sang dewan yang benar-benar peduli pada kepentingan masyarakat, mari kita bersatu untuk memenangkan Lamhot Nainggolan pada pemilu 2019 mendatang,” ungkap mereka secara bergiliran disambut tepuk tangan.

Lamhot Nainggolanpun dengan suara lantang dan tegas meyakinkan warga, bahwa dirinya siap membantu semua usulan-usulan yang disampaikan warga dan berterimakasih terhadap pujian dan dukungan dari semua yang hadir. “Saya akan selalu kritik pihak Pemkab, bila tidak memihak pada kepentingan masyarakat yang lemah, sampai habis masa jabatan sayapun, saya siap memperjuangkan hak-hak masyarakat,” tegasnya.

“Seharusnya saya waktu reses ini, saya dan keluarga melakukan liburan keluar daerah seperti ke Bali, dan melakukan foto selfi bersama keluarga. Namun, lebih baik saya lakukan bersama masyarakat disini dengan menyisihkan sedikit uang saku saya,” ujarnya.

Lanjutnya lagi, “Anggapan masyarakat mengenal gaji dewan itu tinggi, ada yang bilang gaji dewan itu 60 juta, tapi gaji yang saya berikan ke istri Rp.8.900.000 per bulannya. Jadi, tolong dibuang anggapan yang tidak ada buktinya, kalau ada anggota dewan yang bermewah-mewah, bisa dicek harta kekayaannya darimana, apakah memang dia sudah memiliki harta banyak sebelum menjadi dewan, atau setelah menjadi dewan ianya kaya dan mewah,” sebutnya.

Seorang Pendeta HKI Estomihi Jl.Rokan-Duri Dr.Yusuf Hutapea, S.Th, M.Th, menyinggung masalah pendirian tower Telkomsel berada tepat dibelakang rumah dinasnya. Pendeta di Gereja HKI Estomihi mensinyalir pendirian tower tersebut dilakukan secara sepihak tanpa persetujuan dari masyarakat sekitar. Dan menurut informasi yang diterimanya, bahwa radiasi dari tower itu, bisa berpengaruh terhadap otak anak-anak. Oleh karena itu ia meminta kepada Lamhot, agar perusahaan bersedia mengkontrakkan rumah untuknya dan keluarga, diluar gedung Gereja HKI Estomihi yang berada dibawah tower Telkomsel, “saya hanya memohon diberikan 1 atau 2 tahun saja, sementara anak saya baru satu dan masih kecil berumur 2 bulan, sering sakit, mungkin pengaruh tower itu, yang penting kami bisa tinggal agak jauh dari jangkauan tower itu,” harapnya.

“Mendirikan bangunan tower, minimal radius 250 M2 harus ada persetujuan dari masyarakat setempat, radiasinya bukan hanya berpengaruh kepada otak anak-anak, tetapi juga bisa mengakibatkan impotensi bagi laki-laki. Saya tidak tahu alamat kantor perusahaannya, tolong bantu saya mencarinya atau nomor teleponnya, nanti akan saya panggil mereka melalui lembaga dewan,” jelas Lamhot.

Nurdin Nainggolan selaku Penasehat di PKPI (Partai Keadilan dan Persatuan) mengungkapkan, sudah sepuluh tahun memimpikan agar Lamhot Nainggolan bisa menjadi dewan, ternyata berhasil ! baru sekarang bisa mengucapkan selamat.

“Saya tahu pengorbanannya selama ini kepada masyarakat, dan jerih payahnya membesarkan partai PKPI, saya harap kedepan bisa membesarkan partai PKPI di Kab.Bengkalis, saya adalah orang yang pertama sekali membentuk partai PKPI di Kab.Bengkalis. Saya juga ikut dalam tim sukses  mendukung Amril Mukminin, dimana janjinya pada saat kampanye, bila duduk jadi Bupati akan membangun 10.000 unit rumah murah layak huni untuk membantu masyarakat yang miskin, dan memindahkan kantor Disdukcapil Kab.Bengkalis ke Mandau,” katanya.

“Tapi, sampai detik ini satu rumahpun belum ada dibangun, dan sudah lebih satu tahun beliau menjabat, belum ada satupun yang terealisasi. Saya minta kepada Bupati Amril, agar menepati janjinya ketika kampanye, karena dengan suara Mandau Pinggir, beliau bisa menang dan duduk di kursi Bupati Bengkalis. Sampai kapanpun, kalau diberikan Tuhan umur saya panjang, tetap akan saya tuntut janji manis Amril Mukminin pada saat kampanye,” ujarnya dengan nada keras yang mengaku selaku Ketua salah satu LBH di Duri.

Acara reses itu, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu-lagu kesayangannya dengan diiringi musik organ tunggal.**(Julieser)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan