PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Seratusan massa yang mengaku warga Kabupaten Bengkalis Riau yang menamakan diri Solidaritas Masyarakat Kabupaten Bengkalis, Rabu (9/11) menggelar aksi unjukrasa di depan Malpolda Riau Jalan Sudirman Pekanbaru.Dalam aksinya, mereka mendesak Polda Riau untuk mengusut tuntas kasus dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Bupati Bengkalis Amril Mukminin saat pencalonannya sebagai Bupati Bengkalis. Serta dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Bupati Bengkalis Amril Mukminin serta kroni-kroninya dalam penggunaan dana bantuan sosial (bansos) Kabupaten Bengkalis.
Koordinator aksi Roni Paslah membeberkan, dugaan kasus ijazah tersebut sudah sejak lama dilaporkan ke Polda Riau. Tetapi hingga kini belum ada tindaklanjut atau kepastian hukum oleh Polda Riau. Begitu juga dengan kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) Kabupaten Bengkalis tahun 2012.
Dimana dalam kasus tersebut, Jamal Abdillah telah ditetapkan sebagai tersangka, namun masih bebas berkeliaran. Anehnya lagi kata Paslah, mantan anggota DPRD Bengkalis, Amril Mukminin yang disebut-sebut turut menikmati dana milik rakyat miskin tersebut, sama sekali tidak tersentuh hukum, sebutnya berapi-api.
Ditambahkan Roni Paslah, khusus dalam kasus dugaan ijazah Palsu oleh Bupati Bengkalis Amir Mukminin, antara lain Ijazah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), diduga ganda, Ijazah Strata Satu (S1) yang diterbitkan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Teladan Sumatera Utara. Ternyata Sekolah tersebut tidak terdaftar di pangkalan data Perguruan Tinggi Derektorat Jenderal Pendidikan Tinggi begitu juga dengan Ijazah Strata Dua (S2) yang diterbitkan Universitas Tehnologi Surabaya, dimana Universitas tersebut telah di Non Aktifkan oleh Menristek RI.
“Jadi patut diduga, persyaratan atau riwayat hidup Amril Mukminin saat mencalonkan diri menjadi Bupati Bengkalis pada Pilkada 2015 lalu adalah Palsu,” ungkapnya.
Setelah berorasi sekitar 30 menit, pihak Polda Riau menerima 12 orang perwakilan massa untuk negosiasi yang berlangsung tertutup bagi insan pers. Dari hasil pertemuan dengan pihak Polda Riau, Kusmayadi selaku Ketua LSM Solidaritas Masyarakat Kabupaten Bengkalis menjelaskan, pihaknya hanya mengingikan kepastian hukum bagi Bupati Bengkalis atas dugaan Ijazah palsu, begitu juga dengan kasus penyalah gunaan dana Bansos Kabupaten Bengkalis yang dilakukan Amril Mukminin bersama kroni-kroninya, terangnya.
Menurut Kusmayadi, dari hasil pertemuan, pihaknya merasa puas, kerena pihak Polda Riau berjanji akan mengusut laporan dan tuntutan kami. “Bahkan pihak polda memberikan petunjuk dan arahan untuk langkah-langkah selanjutnya yang akan kami lakukan,” akunya.
“Yang pasti masyarakat Bengkalis hanya menginginkan kepastian hukum kepada Amril Mukminin Bupati Bengkalis sekarang. Kalau dia bersalah atau melanggar hukum supaya di hukum, tapi kalau tidak bersalah kami siap menerima. Karena yang berwenang untuk menentukan hal tersebut adalah penegak hokum,” pungkasnya.
Menariknya dalam aksi kali ini, demonstran membawa baliho yang berisikan gambar Bupati Bengkalis Amril Mukminin bersama Pejabat Polda Riau, serta foto Ijazah yang diduga Palsu, juga copy salinan tuntutan Jaksa atas kasus Bansos Bengkalis. Aksi berlangsung dengan pengawasan Polisi dan berlangsung damai.**(jsn)
















































