ROHIL, SUARAPERSADA.com – Gas elpiji ukuran 3 kilogram jenis melon sepekan terakhir langkah di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.
Gas ukuran 3 kilogram yang sejatinya hanya diperuntukkan untuk masyarakat kelas bawah itu ternyata banyak dipasok kepada pengusaha kedai kopi dan pemilik rumah makan (RM) di wilayah itu.
Terkait hal itu, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Rokan Hilir, Hendra ST, enggan memberikan komentar banyak ketika dikonfirmasi terkait langkahnya gas elpiji di wilayah itu, Jumat 24 Agustus 2018.
Hendra berujar tidak ada yang mau dikomentari, sebab, katanya dirinya sudah lama tidak mengikuti perkembangan, sebab, katanya mereka saat ini tidak memiliki kantor lagi.
“Nelepon orang ini pun malas aku jadinya dah kalau kayak gini kondisinya, tak bisa kerja, rapat tak bisa, buang air aja pun payah,” sebutnya.
Kini aliran listrik di kantor wakil rakyat itu padam total akibat tunggakan listrik yang bernilai ratusan juta tidak kunjung dibayarkan oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) kepada pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Bagansiapiapi. Akibatnya, seluruh kegiatan di Kantor DPRD yang berlokasi di Batu 6 itu lumpuh total.
“Kami tak ada kantor lagi do, DPR udah bubar, tak ada lagi kegiatan di DPR nampaknya, listrik aja tak ada, cemana aku mau kerja, aku aja numpang di Kantor Gerindra sekarang,” sebutnya.
Ujung tombak kegiatan di DPRD kata Hendra adalah listrik. Menurut Hendra, jika listrik padam tidak ada kegiatan di DPRD. Beberapa waktu lalu Hendra mengaku pihaknya menggelar rapat paripurna, namun rapat paripurna tidak korum akibat tidak ada listrik.
“Kan fatal jadinya, itu kan marwah kabupaten, lembaga. Kalau masalah gas elpiji dan disperindag itu nanti tunggu aku konfirmasi dulu la sama orang itu ya, soalnya sudah lama gak ngikutin,” kata Hendra ST.**(Wisman)

















































