MEDAN, SUARAPERSADA.com– Bungaria Simbolon (55) warga Jalan Menteng 7, Lorong Serasi, Medan Denai mendatangi Polresta Medan Senin siang.(23/03). Kedatangannya membuat laporan pengaduan atas dugaan Malpraktek yang dilakukan oleh Dr Heri yang bertugas di Rumah Sakit Mitra Sejati.
Kepada suarapersada.com, Bungaria menceritakan awal Maruli Silalahi (33) anak terakhir dari 5 bersaudara ini mengalami sakit di bagian dalam tubuhnya. Karena khawatir ia pun membawanya ke RS Mitra Sejati pada Kamis malam.
Akhirnya, pada Jumat 20 Maret Malam anaknya pun masuk ruang operasi yang sebelumnya sudah didiagnosa oleh Dr Heri. Dari hasil diagnosa Dr Heri mengatakan, bahwa anaknya itu mengalami usus buntu.
“Ya itulah kami bawa Maruli ke ruang operasi, tapi sebelum di operasi dokter mengatakan anakku itu kena usus buntu. Kemudian pada Sabtu 21 Maret keluar dari ruang operasi dan inap di Ruang Tulip lantai 3. Nah setelah operasi kok anakku ini merasa aneh, sebagian tubuhnya enggak bisa digerakkan. Ini terus berlanjut sampai pada Minggu 22 Maret demam tinggi,” tutur Bungaria di Polresta Medan.
Masih kata Bungaria, demam tinggi hingga 40 derajat celcius membuat ibu rumah tangga ini panik. “Ya aku paniklah. Demam anakku sampai 40 derajat. Terus datanglah Perawat bawa selang. Kata perawatnya kemungkinan ada gangguan di usus anakku ini. Dokternya pun hanya datang sebentar jenguk anakku sudah gitu, pergi lagi,.” lanjutnya
“Nah pada Senin 23 Maret sekira pukul 08.00 WIB tadi, anakku sudah meninggal dunia. Langsung aku buat pengaduan ke kantor polisi,” sebut Bungaria sambil membawa surat laporan pengaduan dengan nomor STTLP/668/K/III/2015/Resta Medan.
“Laporan sudah kita terima, dan kita selidiki,” kata Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Bram kepada wartawan saat di konfirmasi Senin sore.
Dijelaskannya, diduga pihak RS Sejati telah melakukan tindak pidana melanggar Pasal 359 KUHPidana yakni kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
Maka untuk membuktikan itu, Bram melanjutkan, pihaknya akan memanggil saksi ahli dari IDI.“Jenazah korban juga kita bawa ke RS Pirngadi Medan, untuk kita selidiki lebih lanjut,” terang Bram.***Win
















































