Aktifis Perempuan Medan Demo

0
378

MEDAN, SUARAPERSADA.com – Para aktivis yang peduli pada Perempuan dan Anak melakukan aksi unjuk rasa memperingati Hari Anti Kekerasan Seksual di Medan, Selain berorasi, mereka juga menari di jalan.Sabtu (14/02)

Puluhan aktivis yang turut serta dalam demo ini merupakan gabungan dari berbagai kelompok, seperti Pesada, KPI Sumut, Perempuan Mahardika, Gemma, KPAID Sumut, PSGPA Unimed, PKPA, Cangkang Querr, dan FJPI. Mereka menyatakan diri sebagai bagian dari gerakan One Billion Rising (OBR), aksi global untuk penghentian perkosaan dan kekerasan seksual terhadap Perempuan.

Pantauan suarapersada.com, para aktivis membawa spanduk dan payung yang isinya mengampanyekan penghentian kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain melakukan long march, mereka juga menari bersama di Jalan Pulau Pinang tepatnya di depan Lapangan Merdeka  setelah bergerak dari Lapangan Merdeka. Gerakan ini berangkat dari keprihatinan atas maraknya kasus kekerasan seksual yang menimpa perempuan dan anak di Sumut.

“Banyak perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan seksual. Ini juga menandakan lemahnya perlindungan hukum terhadap perempuan,” kata Sumiati, koordinator aksi.

Mereka mencatat tidak kurang dari 111 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak sepanjang 2012. Jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih besar, karena masih banyak kasus yang tidak dilaporkan. Mereka mendesak aparat penegak hukum proaktif dan membuat terobosan hukum dalam penyidikan kasus kekerasan seksual. Dengan begitu, pelaku dapat dihukum berat sesuai Perundang -undangan. Hukuman setimpal itu diharapkan memberi efek jera sehingga kasus serupa tidak terulang.

“Polisi harus dapat memberikan jaminan rasa aman bagi perempuan dan anak di arena mana pun,” sambung Sumiati.

Mereka juga menuntut, agar penegak hukum tidak pilih kasih dalam menangani kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Institusi penegak hukum harus menindak oknum yang menerima suap dan melegalkan praktik kekerasan dalam bentuk apa pun. “Masyarakat juga harus lebih waspada dan mampu mengenali segala jenis kekerasan terhadap perempuan dan anak,” pungkasnya.(Win)

Tinggalkan Balasan