DURI, SUARAPERSADA.com – Bupati Amril Mukminin, SE, MM bersilaturahmi dan berdialog dengan masyarakat Mandau dan Pinggir di Hotel Surya Duri membahas soal ketenagakerjaan.
Acara itu dihadiri oleh Sekda Bengkalis, beberapa Kepala Dinas, Anggota DPRD dapil Mandau dan Pinggir,Kapolsek Mandau, Danramil, Plt.Camat Mandau, tokoh masyarakat, tokoh adat, perwakilan dari PT.CPI, perwakilan dari perusahaan, perwakilan dari buruh dan lain-lain.
Dalam kata sambutanya Bupati meminta kepada pihak perusahaan yang ada di Bengkalis agar bisa meminimalisir terjadinya PHK, dan dapat mengurangi tingkat pengangguran agar tidak terjadi dampak sosial akibat pengaruh situasi ekonomi pada saat ini.
“Kalau memang keputusan terakhir masalah PHK (pemutusan hubungan kerja) harus dilakukan oleh pihak perusahaan sebagai solusi yang terakhir akibat dampak dari merosotnya perekonomian pada saat ini, sekali lagi kami minta supaya, bukanlah semata-mata agar jumlah pengangguran tidak semakin bertambah, namun hal itu untuk meminimalisir dampak sosial yang akan terjadi nanti,” ujar Amril.
Dalam acara dialog tersebut para peserta yang hadir juga banyak menyinggung masalah perizinan, PHK dan tatacara perekrutan tenagakerja yang dilakukan oleh pihak perusahaan BP (businis partner) dan pihak PT.CPI. Bahwa pihak PT.CPI dan BP didalam merekrut tenagakerja harus mengutamakan tenagakerja lokal, bukan dari luar daerah Bengkalis. Perusahaan harus mematuhi perda dan peraturan lainnya dalam menjalankan usahanya di Kabupaten Bengkalis.
Seperti halnya yang diungkapkan oleh Abi Bahrun selaku Ketua Komisi II DPRD Bengkalis mengatakan, “bahwa masalah PHK yang dilakukan oleh pihak Chevron adalah dengan dalih minyak turun itu tidak benar alias akal-akalan, karena turunya harga minyak sudah berjalan 3 bulan yang lalu dan PHK itu sebenarnya sudah 3 tahun yang lalu telah dilakukan oleh pihak Chevron.
“Kalau mau mem-PHK karyawan, saya minta jangan WNI tetapi WNA (Warga Negara Asing), tolong ini diperhatikan pak Sukamto (PT.CPI) karena ini mewakili suara dari masyarakat,” ujar Bahrun berapi-api.
Gindo Lubis (pengurus SBSI Kab.Bengkalis) mewakili buruh mengatakan sangat mengapresiasi acara yang dilakukan oleh Bupati Amril, dimana sebelumnya dari 2 Bupati terdahulu tidak pernah melakukan hal tersebut. Dan permasalahan buruh ada di 4 sektor yaitu, PT.CPI, Pertamina, Pertanian dan Perkebunan yang permasalahan sebenarnya mudah untuk diselesaikan menjadi rumit.
Khusus perusahaan plat merah Pertamina disorot Gindo agar tunduk pada peraturan daerah Bengkalis. “Bukan Pertamina yang mengatur di daerah Bengkalis, tetapi Bupati lah yang mengatur, walaupun Bupati Amril masih muda harus dihormati selaku pimpinan oleh pihak Pertamina yang ada di Pakning dan juga semua pihak, kami minta agar Bupati Amril menjadi pemimpin yang arif untuk menyelesaikan semua permasalahan buruh,” ujar Gindo.
Pihak PT.CPI, Sukamto mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya membantu dan menyelesaikan masalah tenagakerja. BP akan mengikuti prosedur yang berlaku dan juga melakukan koordinasi dengan pihak Bupati, agar berjalan dengan baik demi terciptanya situasi yang kondusif.**(Julieser)






















































