2.000 Ton Beras Bulog Dibongkar di Pelabuhan Pelindo Dumai, Pihak Bulog Dumai Mengaku Tidak Mengetahui

0
0

DUMAI, SUARAPERSADA.com – Pejabat Perum Bulog Dumai mengaku tidak mengetahui beras Bulog 2 ribu ton masuk dan dibongkar di dermaga C Pelindo Dumai.

Hal ini diakui salah seorang staf Kantor Perum Bulog Dumai Wantober, saat ditanya soal status beras Bulog yang sedang bongkar di pelabuhan Pelindo Dumai.

Wantober yang mengaku disuruh atasannya memberikan keterangan ke media ini mengatakan kalau beras yang dibongkar muat di dermaga C Pelindo Dumai bukan milik Bulog Dumai, buktinya beras dilangsir dan dibongkar di gudang perusahaan swasta di Bagan Besar Dumai.

“Buktinya, kalau beras tersebut milik Bulog Dumai maka beras akan dibongkar di gudang Bulog Dumai” ujar Wantober sembari menghubungi salah seorang atasanya lewat nomor teleponnya guna memastikan kembali namun kata Wantober, atasannya juga mengaku tidak mengetahui.

Disinggung soal beras Bulog yang sedang proses bongkar muat di dermaga Pelindo Dumai dan diangkut ke salah satu gudang perusahaan swasta di Bagan Besar Dumai, Wantober menyebut mungkin pihak angkutan ditunjuk dari pusat sehingga pihak angkutan yg menyewa gudang tempat transit namun pihak Bulog belum ada menerima laporan.

“Mungkin pihak pusat yang menunjuk perusahaan pengangkutan di Dumai untuk pengangkutan beras dari kapal hingga gudang transit kemudian pendistribusian beras ke daerah tujuan kalau Bulog Dumai belum ada menerima laporan”, ujar Wantober Manalu.

Kembali Wantober ditanya apakah benar beras yang dibongkar tersebut tidak ada tujuan gudang Bulog Dumai, kata Wantober mengaku belum ada pemberitahuan ke pihak Bulog apakah ada beras tersebut ke Bulog Dumai.

“Mungkin Bulog Pekanbaru yang menentukan pembagian beras ke daerah tujuan kalau untuk Bulog Dumai belum ada pemberitahuan” ujar Wantober mengira-ngira lagi.

Sementara itu, terkait beras antar pulau yang dibongkar di dermaga C Pelindo Dumai dikonfirmasi ke humas gudang Bulog Dumai lewat nomor HP-nya apakah beras tersebut milik Bulog Dumai, Riyanto, tidak bersedia memberikan jawaban.

Demikian Kepala gudang Bulog Dumai, Romi, dikonfirmasi hal yang sama terkait beras tersebut apakah milik Bulog Dumai, Romi, juga tidak bersedia memberikan penjelasan.

Walau bolak balik dihubungi suarapersada.com lewat nomor WhatsAppnya, Romi, juga tidak memberikan penjelasan alias tidak membalas.

Ditempat terpisah, media ini berusaha menemui salah seorang karyawan pihak pengangkutan di gudang transit Beras dibongkar di salah satu gudang milik perusahaan swasta di Bagan Besar Dumai.

Kepada media ini diakunya bahwa beras yang dilansir truck dari dermaga pelabuhan Pelindo adalah milik Perum Bulog.

Menurutnya, beras Bulog didatangkan dari Jawa Barat ke Dumai jumlahnya sebanyak 2 ribu ton dengan angkutan Kapal KM Wiramas. Beras tersebut kemudian akan disalurkan ke beberapa daerah di Riau termasuk ke Bulog Dumai setelah terlebih dahulu transit di gudang perusahaan swasta tersebut.

Beras 2 ribu ton tersebut akan disalurkan ke beberapa daerah, diantaranya untuk Perum Bulog Dumai 200 ton, Bulog Pekanbaru 1150 ton, Bulog Bengkalis 150 ton dan Bulog Dalu-dalu 500 ton.

Terkait beras yang didatangkan dari daerah Jawa Barat ada dua jenis karung berasnya, menurutnya karung beras bergambar Bulog adalah beras eks impor tahun 2024 dari Tailan sebanyak 250 ton dan eks impor Pakistan 150 ton. Sedangkan sisanya beras karung polos merupakan beras dari serapan gabah petani didatangkan dari daerah Jawa Barat.

Pantauan media ini di lokasi gudang transit tersebut, ada beras langsung dimuat kembali ke truck katanya untuk disalurkan ke daerah tujuan seperti Pekanbaru, Bengkalis maupun ke Dalu-dalu.

Penulis : Tambunan

Tinggalkan Balasan