
PEKANBARU, SUARAPERSADA.com- Pemprov Riau menyambut baik Rencena pembangunan flyover Simpang Garuda Sakti kota Pekanbaru oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang akan dilaksanakan tahun depan.
Diketahui Pemerintah pusat akan melakukan pembangunan Flyover tersebut dengan rencana awal sepanjang 400 meter. Sementara Pemprov Riau dibebani untuk biaya pembebasan lahan.
Namun pemprov Riau meminta agar Detail Engineering Design (DED) pembangunan Flyover Simpang Empat Garuda Sakti dengan panjang 400 meter diperpendek menjadi 250 meter.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau M Arief Setiawan mengatakan, pembangunan flyover sepanjang 400 meter akan memerlukan anggaran cukup besar untuk pembebasan lahan. Sementara pemprov Riau hanya menyiapkan anggaran sebesar Rp5,3 miliar tahun ini. Jumlah tersebut diperkirakan tidak cukup untuk pembebasan lahan. “Untuk itu kita meminta agar DED pembangunan Flyover diperpendek,” sebut M.Arief, Senin (11/9/2023).
Menurut Kadis PUPR Riau ini, anggaran untuk pembebasan lahan flyover sepanjang 400 meter tersebut berdasarkan hitungan sesuai NJOP membutuhkan anggaran lebih kurang Rp100 miliar termasuk tanah dan bangunan yang ada untuk ganti rugi, ujarnya.
Lagi kata Arief, idealnya memang panjang Flyover 400 meter yang direncanakan dibangun satu arah dan dua jalur, dari Pekanbaru menuju Bangkinang dan sebaliknya. Namun tentunya membutuhkan anggaran yang cukup besar juga, sementara kemampuan anggaran APBD kita terbatas,sebut nya.
Maka kita usulkan agar DED di perpendek menjadi 250 meter, yanh saat ini sedang diproses, sebut nya***





















































