DUMAI, SUARAPERSADA.com – Mobil mewah milik Pemko Dumai ber merk Toyota Fortuner warna hitam ringsek tampak usai mengalami kecelakaan.
Kondisi badan mobil Fortuner sisi pintu samping kanan depan dan belakang tampak keadaan rusak cukup serius. Kini posisi kenderaan tersebut diparkirkan di belakang kantor Walikota Dumai.
Awak media ini tanpa sengaja melihat mobil Toyota Fortuner tersebut posisi terparkir di halaman belakang kantor Pemko Dumai di Bagan Besar.
Dilihat dari kondisi mobil tersebut diduga sudah lama diparkirkan di halaman belakang kantor itu setelah mengalami kecelakaan dan tidak ada penanganan perbaikan.
Hal tersebut dilihat dari kondisi kembes/terpal plastik yang dibuat menutup mobil sudah sampai usang hingga terpal sampai mengalami keropos dan koyak-koyak.
Crew wartawan media ini mencoba menggali informasi dan keterangan resmi terkait keberadaan mobil toyota Fortuner yang kondisi ringsek.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemko Dumai, Fauzan, dihubungi suarapersada.com. Akan tetapi Fauzan menyebut bukan kewenangannya mengurus aset kederaan dimaksud.
“Maaf bang, bukan kewenangan saya itu, saya tidak mengurus aset seperti itu”, imbuh Fauzan lewat pesan singkat WhatsAppnya.
Sementara itu, suarapersada.com menghubungi Kepala Bagian (Kabag) Aset Pemko Dumai, Maria Zoulva lewat WhatsAppnya terkait mobil Fortuner dimaksud, Jum’at (27/9-2019).
Menjawab konfirmasi suarapersada.com, Maria Zoulva membenarkan mobil mewah yang diparkir di halaman belakang Walikota Dumai benar milik Pemko Dumai akibat kecelakaan.
Menurut Maria Zoulva, mobil mewah merk Toyota Fortuner yang kondisi rusak akibat kecelakaan itu merupakan mobil dinas operasional salah satu instansi penegak hukum di Kota Dumai yang diberikan oleh Pemko Dumai.
Sebagaimana diketahui, pada tahun 2017 lalu, Pemko Dumai melakukan pengadaan mobil mewah merk toyota Fortuner.
Setidaknya dalam pengadaan mobil mewah itu ada beberapa unit Fortuner dibeli oleh Pemko Dumai melalui proses lelang LPSE.
Ketika pengadan mobil mewah tersebut dilakukan oleh Pemko Dumai, sejumlah kalangan, LSM dan masyarakat Dumai protes dan mengkritik kalau pengadaan mobil mewah dimaksud penghamburan anggaran Pemko Dumai yang saat itu kondisi keuangan Pemko Dumai sangat kritis akibat pemotongan DBH oleh Pemerintah Pusat.
Akibatnya seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Dumai berdampak mengalami rasionalisasi anggaran dan kegiatan.
Namun ditengah kondisi keuangan Pemko Dumai yang kritis tersebut disitu pula Pemko Dumai membeli mobil mewah yang diberikan kepada sejumlah pimpinan forkopinda Dumai.**(Tambunan)






















































