Wartawan Langkat Dianiaya, Diduga Terkait Pemberitaan, Korban Lapor ke Polsek Stabat

0
228
Korban Usai Melapor ke Polsek Stabat

LANGKAT, SUARAPERSADA.com- Rudi Hartono (53) wartawan media cetak dan online TopMetro.news yang bertugas sebagai jurnalis di kabupaten Langkat, provinsi Sumatera Utara, dianiaya sekelompok orang yang disebut-sebut sebagai Tim Sukses (TS) salah satu pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Langkat. Penganiayaan itu terjadi Senin (14/10/2024) sore di Stabat, Langkat.

Sebelum terjadi penganiayaan, korban Rudi Hartono kepada wartawan mengatakan, dirinya sering mendapat intimidasi dan ancaman dari kelompok tertentu melalui media sosial (medsos) Facebook (Fb), karena pemberitaan yang mengkritisi salah satu Calon Bupati dan Wakil Bupati No: 01. Diduga, Paslon nomor urut 01 tersebut berasal dari keluarga koruptor.

Dalam kritisi pemberitaan, Paslon No; 01, Syah Afandin merupakan mantan Wakil Bupati Langkat yang berpasangan dengan Terbit Rencana Perangin-Angin (TRP). Kemudian TRP saat ini masih menjalani hukuman kasus suap/korupsi dana pembangunan di Langkat. Kemudian Syah Afandin menjadi Plt Bupati Langkat sampai dengan Februari 2024.

Saat pencalonan maju di Pilkada serentak, Syah Afandin yang merupakan adik kandung almarhum SA yang juga mantan Gubernur Sumatera Utara yang pernah menjadi narapidana korupsi di KPK pada belasan tahun yang silam.

Saat ini, Syah Afandin berpasangan dengan Tiorita Br Surbakti. Dijetahui bahwa Tiorita br. Surbakti merupakan istri syah dari TRP yang pernah menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Langkat.

Dengan pemberitaan yang tajam dibeberapa media yang pernah tayang, ternyata membuat oknum-oknum tertentu merasa terusik, hingga akhirnya terjadi perkelahian. Bahkan, kunci sepeda motor korban Rudi Hartono sempat dirampas usai perkelahian tersebut.

Setelah mengalami penganiayaan, korban Rudi Hartono (RS), membuat Laporan Polisi (LP)/pengaduan resmi di Polsek Stabat, Polres Langkat.  Usai membuat laporan polisi di Polsek Stabat, pada Senin malam (14/10/2024), Rudi merasa tak nyaman gegara banyaknya intimidasi lewat akun Facebook Ahmad Zulfahmi Fikri. Karena tak senang, ayah 2 anak ini kemudian mempertanyakan hal tersebut kepada pemilik akun berinisial Ahmad Zulfahmi Fikri.

Ku bilang sama dia (Fikri), kalau tak sor kau main (berkelahi) kita one by one. Tapi kau datang sendiri. Dia pun langsung respon dan ku ajak jumpa di dekat Sekolah Dasar (SD) belakang Kantor Bupati,” kata Rudi, si wartawan berkaca mata itu.

Usai berkomunikasi dengan Ahmad Zulfahmi Fikri, Rudi pun segera menuju lokasi yang sudah di sepakati. Rudi sang Jurnalis senior ini sempat menunggu beberapa saat di badan jalan dekat areal perkebunan tebu.

Tak berselang lama, Ahmad Zulfahmi Fikri (AZF) pun datang menemui Rudi dengan mengendarai sepeda motor bersama dua orang temannya, dan AZF membawa segerombolan orang dengan mengendarai 2 unit mobil.

“Begitu ketemu, dia langsung maki-maki dan menyerang aku. Sempat jatuh bangun juga aku tadi. Gitu ada kesempatan, ku serang balik dia. Tadi ada juga rekan dia bernama Tata yang mengambil rekaman video dengan HP,” kata Rudi Hartono kepada awak media.

Karena tau direkam dan sudah merasa lelah, Rudi pun berupaya menghindar. Pada saat yang sama, kunci sepeda motornya dirampas Tata dan dilempar ke teman AZF yang lain.

Tak hanya itu, Rudi sempat dihadang rekan AZF bernama Agung Permana. Mereka juga sempat ingin menyerang Rudi kembali secara bersamaan.

Menurut korban Rudi, merasa keselamatan dirinya semakin terancam, Rudi kemudian berupaya menghubungi rekan jurnalis lainnya bernama Dicky Suhendro dan Ahmad Limbong. Kedua rekan Rudi ini langsung bergegas ke lokasi penganiayaan tersebut.

Sesampainya di lokasi penganiayaan, rekan korban atas nama Limbong tidak melihat keberadaan Rudi. Kedua wartawan itu hanya melihat sepeda motor milik korban Rudi yang terparkir dijalan. Limbong kemudian kembali ke warung kopi yang berada di depan kantor DPRD Langkat. Kemudian Rudi dan Dicky pun terlihat hadir di warung kembali di warkop depan kantor DPRD Langkat.

Kunci sepeda motorku sempat di rampas. Tapi waktu Dicky datang menjemput ku, kami lihat kunci sepeda motor sudah nempel di tempatnya,” kata Rudi kembali.

Setelah kejadian itu, Rudi beserta rekan jurnalis lainnya membuat LP ke Mapolsek Stabat. Pengaduan Rudi diterima di Polsek Stabat dengan tanda bukti laporan Nomor;STPM/126/X/2024/SU/Langkat/Sek-Stabat tertanggal 14 Oktober 2024.

Atas kejadian ini, para jurnalis di Langkat sangat menyayangkan dan mengecam hal tersebut. Solidaritas rekan ‘kuli tinta’ alias wartawan meminta agar polisi serius menangani kasus penganiayaan tersebut.

“Besok kita sesama jurnalis yang tersontak nuraninya, berencana melakukan dukungan moral. “Kita aksi solidaritas satu nasib. Besok kita atur waktunya,” kata kalangan wartawan.

AZF dan rekan-rekannya itu yang terlibat penganiayaan terhadap Rudi, diketahui sebagai TS salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Langkat nomor urut 01. Dikhawatirkan, hal ini dapat menciptakan nuansa Pilkada yang tidak kondusif, karena perbuatan tersebut.

Terkait LP yang dilakukan Rudi Hartono, tentang penganiayaan yang dialaminya, Kapolsek Stabat, AKP. Sisbudianto mengatakan biar aja dulu berjalan prosesnya sesuai dengan aturan yang berlaku. “ Langkah awal, kita terlebih dahulu akan melakukan pemeriksaan atau meminta keterangan dari pelapor (RH) dan terlapor (AZF), ujar Kapolsek

Setelah dilakukan pemeriksaan dan melengkapi administrasi, kemudian pihak Polsek Stabat akan memberikan ruang kepada Pelapor dan Terlapor untuk melakukan perdamaian atau Restorative Justice (RJ). Hal itu di atur dalam undang-undang. Namun apabila ke dua belah pihak tidak berkenan untuk damai atau RJ, proses hukum akan berlanjut sampai ke persidangan, jelas AKP. Sisbudianto.

Penulis : Basar.S

 

Tinggalkan Balasan