MEDAN, SUARAPERSADA.com – Puluhan massa dari Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi Indonesia (AMPDI) menggelar aksi unjukrasa di Polda Sumut, Senin (31/08).
Pengunjuk rasa menuding Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut telah bertindak sewenang-wenang dalam kebijakan pengambilalihan KPU Labuhanbatu Selatan (Labusel).
Kebijakan pengambilalihan, menurut pengunjuk rasa, untuk meloloskan pasangan calon (paslon) Usman-Arwi Winata, yang sempat terancam pencalonannya karena bantahan dukungan Golkar atas paslon Bupati/Wakil Bupati Labusel 2015-2020.
Pantauan krew suarapersada.com dan supersi, Koordinator unjuk rasa, Abdul Razak Nasution, mengungkapkan aksi pengambilalihan KPU Labusel oleh KPU Sumut sebelum penetapan paslon 24 Agustus lalu merupakan kebijakan sewenang-wenang. Massa menduga, pengambilalihan KPU Labusel oleh KPU Sumut itu ditunggangi oleh kepentingan politik tertentu dan disinyalir transaksional.
“Indikasinya kuat. Kami menduga pengambilalihan ini ditunggangi oleh kepentingan politik tertentu agar pasangan Usman-Arwi diloloskan,” tegas Razak.
Menurut dia, persoalan itu bermula dari kecurigaan KPU Labusel atas dokumen dukungan Golkar Munas Ancol pada pasangan calon (Paslon) Usman-Arwi yang sudah diterima pendaftarannya.
Kecurigaan ini oleh beberapa sebab seperti penomoran SK baru dilakukan saat mendaftar dan lain-lain. Dari situ, KPU Labusel berinisiatif melakukan klarifikasi ke Golkar. Dan hasilnya mengejutkan. Golkar membantah dukungan terhadap paslon tersebut. Inisiatif ini dinilai KPU Sumut langkah yang tidak tepat, sehingga kasusnya dilaporkan ke Polda Sumut atas kasus pemalsuan SK oleh paslon Usman-Arwi tertuang dalam laporan Nomor: STTLP/960/VIII/2015 SPKT II tertanggal 13 Agustus 2015.
“Kami meminta Kapoldasu Irjend Pol Eko Hadi Sutedjo segera memproses kasus pemalasuan ini, sebab banyak masyarakat yang akan jadi korban,” kata Razak.
Menanggapi tuntutan massa itu, Kasubbid Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sumut, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) MP Nainggolan mengatakan, tuntutan pengunjukrasa akan disampaikan pada pimpinan Polri di Poldasu.**Win



















































