Beranda Breaking News PT.CPI Cemari Lingkungan Dengan Limbah B3, Bukan Tupoksi DLHK Riau

PT.CPI Cemari Lingkungan Dengan Limbah B3, Bukan Tupoksi DLHK Riau

135
0
Kepala Bidang (Kabid) Pentaatan dan Penataan DLHK Riau, Alwamen,S.Hut.MSi

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com- Kasus pencemaran lingkungan bumi Lancang Kuning dengan limbah B3 milik PT. Cevron yang lebih dikenal dengan PT.CPI merupakan perusahaan yang menguras habis hasil Migas di Riau, akhirnya diungkap oleh Yayasan Lingkungan Hidup Anak Rimba Indonesia (ARIMBI).

Kepada media ini, Kepala Suku Anak Rimba Indonesia, Mattheus Simamora mengatakan, semboyan dari PT.CPI senantiasa menjadikan keselamatan dan perlindungan terhadap manusia dan lingkungan di Provinsi Riau sebagai prioritas utama, ternyata hanya isapan jempol saja, tegasnya.

Matheus menilai, terjadinya pencemaran lingkungan yang terkontaminasi limbah B3 milik PT Cevron disinyalir karena KLHK RI dan SKK Migas tidak menjalankan tupoksi pengawasannya. Padahal kontrak kerja PT.Cevron segera berakhir, maka dipastikan, saat mereka hengkang akan meninggalkan borok yang. sulit diobati, cetusnya.

Dengan merebaknya kasus pencemaran lingkungan ini, tudingan miringpun datang dari berbagai elemen masyarakat Riau kepada Pemprov Riau, KLHK dan SKK MIigas. “Patut diduga adanya Pembiaran atau kepentingan lain”.

limbah migas di B3 di seputaran Gathering Station Oil PT CPI Minas, Kabupaten Siak- Riau.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau, Mamun Murod melalui Kepala Bidang (Kabid) Pentaatan dan Penataan Dinas Lungkungan Hidup dan Kehutanan Riau, Alwamen, S.Hut.M.Si mengatakan, terkait dugaan penceman lingkungan limbah B3 milik PT.Cevron atau CPI merupakan tugas dari Kementerian Lingkungan Hudup dan Kehutanan (KLHK), terangnya.

“Mulai dari penerbitan Amdal atau UKL-UPL, pengawasan  hingga penataan lingkungan merupakan wewenang langsung KLHK, “sebut Alwamen.

Dikatakan Alwamen lagi, jadi kalau ditanya terkait pencemaran dan pemulihan lingkungan oleh PT.Cevron, bukanlah Tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Pemerintah provinsi Riau dalam hal ini DLHK Riau, sebut Kabid Pentaatan dan Penataan DLHK Riau ini.

Ditanya, terkait 125 lokasi yang diperintahkan oleh KLHK kepada PT CPI untuk melakukan pemulihan lahan yang terkontaminasi Limbah B3. Menurut Alwamen, pihaknya memang ada menerima tembusan surat pemberitahuan, juga membaca berita-berita dimedia, hanya sebatas itu saja, kata Alweman.

“Mungkin kawan-kawan dari Yayasan Arimbi melihat atau mengetahui adanya kegiatan pemulihan lingkungan di kawasan Tahura. Karena kawasan tersebut merupakan wilayah kerja Tahura atau dikawasan konservasi. Sehingga petugas disana ikut membantu. kegiatan tersebut demi mempercepat selesainya kegiatan, karena satwa liar takut. “Namun kegiatan tersebut bukanlah milik DLHK Riau,” paparnya.

Ditambahkan Alwamen, jadi untuk pengawasan dan pemulihan kawasan atau lungkungan yang terkontaminasi oleh limbah B3 milik PT.Cevron bukanlah Tupoksi kami,tutupnya.(jsR)

Tinggalkan Balasan