MEDAN, SUARAPERSADA.com – Subdit IV/Renakta Dit Krimum Poldasu mengamankan 5 orang wanita dari tempat hiburan malam My Paradise, di Jalan Kemango No. 1, Medan. Minggu kemarin sekira pukul 21.00 WIB.
Salah seorang dari kelima wanita itu disebut sebagai mucikari atau pelaku perdagangan manusia. Sementara empat wanita lainnya adalah PSK yang biasa dijajakan oleh pelaku kepada pria hidung belang.
Ke empat PSK yang disebut sebagai korban itu adalah Maulia Oktarina (25) warga Jl. Karya Kasih/Jl. Pipa, Medan; Lailatul Kadar ailas Amel (22) warga Pasar III Komplek Dusun XV Kel Tembung Kec. Percut Sei Tuan; Juniar Lestari Br Sembiring alias Tari (21) warga Perumahan Aladin No. 6 Kec. Rambung Kota Binjai/Jl. Belanga, Medan; dan Fittry (26) warga Setia Luhur No. 148 B Medan Kel. Dwikora Kec. Medan Helvetia.
Sementara pelaku yang dijadikan sebagai tersangka adalah Julaiha Fitri alias Fitri (27) warga Jl. Belanga No. 12 Ayahanda, Medan serta beralamat di Dusun II Desa Sipaku Area Kec. Simpang Empat Kab. Asahan.
Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti 3 buah kondom merk Fiesta warna merah, 1 unit HP Samsung warna hitam, 1 unit HP Samsung A5 warna putih, dan uang tunai Rp 1 juta yang diduga hasil transaksi.
“Korban mengakui bahwa mereka dipasang tarif sebesar Rp 1,5 juta oleh mucikari kepada pria hidung belang untuk sekali kencan,” kata Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Helfi Assegaf didampingi Kasubdit IV/Renakta AKBP Putu Yuda, kepada wartawan, Senin (11/01).
Hasil dari tarif itu diterima bersih oleh korban dari pria hidung belang. Sementara untuk fee mucikari didapat dari tamu antara Rp 500 ribu s/d Rp 1 juta.
Helfi menjelaskan bahwa bisnis perdagangan manusia itu telah dijalani pelaku sejak 4 bulan terakhir. Untuk lokasi kencan, sambungnya, belangsung di hotel. Lokasi hiburan malam hanya sebagai tempat para korban menunggu panggilan tamu.
Sementara dari pengakuan pelaku, dirinya tak pernah menjual para korban.
“Mereka yang minta tolong untuk dicarikan pria. Akupun nggak pernah minta fee dari mereka (korban..red), dari tamunyapun aku nggak pernah minta uang. Aku hanya ngenalkan mereka saja, itupun kalau mereka (korban..red) minta,” sebut pelaku sembari menutup wajahnya dengan kertas.**Win



















































