
BENGKALIS, SUARAPERSADA.com – Masyarakat mengeluhkan Jl.Swadaya KM 05 Jl.Rangau- Duri, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, belum juga dibangun, akibatnya jalan semakin rusak dan berlubang.
Pantauan wartawan media ini, tampak drainase kanan dan kiri sepanjang jalan itu, belum ada, hanya berupa parit buatan masyarakat setempat, itupun tidak semuanya baik, sehingga kalau hujan deras 2 jam saja sudah banjir.Hal ini dapat menggangu akses pengguna jalan menuju SDN 83, pemakaman umum Jambon, SMPN 15, SMAN 04, Dusun Tegar, dan banyak lagi ke tempat tujuan lain, termasuk kendaraan perusahaan rekanan Chevron yang setiap harinya lalu lalang di jalan itu.
Menurut W.Sinaga menuturkan, bahwa ianya sering memperbaiki jalan yang terkadang berlubang besar, atau membuat saluran air ke parit bila banjir dijalan.”Kalau tidak dibuat saluran air yang tergenang di tengah jalan, ketika datang hujan deras, pasti sulit pengendara sepedamotor untuk melaluinya, apalagi masyarakat dan anak sekolah pejalan kaki, bagaimana mungkin tidak akan basah/kotor bila memakai celana panjang, sepatu sekolah, kaus kaki bagi anak sekolah,” katanya, Senin (11/09).
Ditambahkannya lagi, sekitar 2 bulan lalu, ada seorang ibu guru SDN 83, yang baru pulang ngajar, terjatuh dengan sepedamotornya, karena banyak lubang ditengah jalan. Akibat terjatuh, bahu tangan ibu guru itu terkilir dan saya urut, karena dibawa tetangga kerumah saya. Dan sebelum ibu guru itu, sudah banyak orang yang terjatuh di jalan Swadaya ini, walaupun dengan swadaya masyarakat untuk membeli tanah timbun, lalu gotong royong dilakukan supaya padat tanah jalannya, namun rusak juga tanah itu dibantai hujan deras.
“Sudah lama atau puluhan tahun jalan ini telah diusulkan masyarakat kepada pemerintah Bengkalis, melalui RT/RW, dan musrenbang Kelurahan Pematang Pudu, musrenbang Kecamatan Mandau, namun sampai sekarang ini belum juga dibangun jalan ini,” ungkapnya.
Salah seorang masyarakat, Sertia S, juga menambahkan, “Kami dengar informasi dari RT dan pihak kelurahan, bahwa pada tahun 2016 lalu akan segera dibangun, dan sudah masuk dalam buku lintang, tapi gagal, jadi kemana dananya itu…? Dan tahun 2017 ini juga, menurut informasi dari banyak kalangan, termasuk dari beberapa anggota dewan mengatakan, sudah pasti dibangun. Apakah ini tidak bahan lelucon lagi…?.Ya…sebagai masyarakat awam ini, mari kita lihat saja nanti, karena sudah memasuki pertengahan bulan September ini, jangan nanti kalau masyarakat melakukan demo, baru pemerintah sibuk,” sindirnya.**(Julieser)



















































