
PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Jannes Simbolon calon Legislatif (Caleg) dari Partai berlambang banteng bermoncong putih, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk DPRD Kota Pekanbaru pada Pileg 2019, ternyata sudah memiliki konsep cemerlang.
Jannes Simbolon penuh keyakni ingin memperjuangkan kebersamaan hak dalam Pembangunan Rumah Ibadah dan kesejahteraan bagi Pelayan rumah Ibadah di kota Pekanbaru.
Jannes Simbolon menjelaskan, setakat ini, kebebasan beragama di kota Pekanbaru sudah cukup bagus. Kerukunan antar umat beragama berjalan dengan baik. Penduduk kota Pekanbaru yang heterogen, dengan berbagai suku, agama, budaya dan ras namun bisa hidup berdampingan dengan rukun aman, nyaman dan kondusif, sebut Jannes Simbolon, Kamis (1/11) dalam sebuah perbincangan.
Hanya saja, hingga saat ini, pemerintah kota Pekanbaru dinilai belum memberikan perhatian untuk membantu atau mengalokasikan anggaran pembagunan Gereja, Yayasan atau sekolah -sekolah kristen, ujarnya.
Salain itu kata Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) ini, hingga saat ini, guru agama kristen mulai pendidikan tingkat SD, SMP dan SLTA yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pekanbaru masih bisa dihitung dengan jari. Selebihnya masih berstatus guru honor yang hanya digaji dari dana BOS. Hal tersebut tentunya tidak bisa, sebutnya.
Lagi kata Jannes, begitu juga dengan pelayan rumah Ibadah, seperti Pendeta, Gembala dan Guru Jemaat. Mereka itu bertugas memberikan pelayanan keagamaan, mengajarkan kebaikan. Sehingga perlu mendapat perhatian dari pemerintah berupa Insentif.
Diuraikan Jannes, di kota Pekanbaru cukup banyak gereja-gereja yang berdiri, dengan latar belakang dibagun dengan swadaya jemaat. Begitu juga dengan pelayan gereja yang digaji dengan swadaya juga. Kondisi tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap perkembangan pembagunan gedung gereja dan kesejahteraan para pelayan gereja, terangnya.
Menurut Jannes Simbolon, melihat kondisi tersebut, dirinya menginginkan agar pemerintah memberikan bantuan untuk pembagunan rumah ibadah, bantuan untuk Yayasan pendidikan kristen, mengangkat guru agama kristen menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan memberikan insentif bagi para pelayan gereja, terangnya.
Dia mencontohkan daerah Batam Provinsi Kepulauan Riau. Pemerintah memberikan perhatian yang sama terhadap pembangunan rumah ibadah dan yayasan pendidikan berbasis agama. Semua diperhatikan dan mengalokasikan anggaran untuk pembangunannya, sebutnya.
“Jika Tuhan berkehandak, inilah salah satu visi misi saya maju sebagai calon legislatif (Caleg) untuk DPRD kota Pekanbaru pada Pileg yang akan berlangsung pada 17 April 2019 mendatang, dengan Daerah pemilihan (Dapil) Pekanbaru 1 yang meliputi, Kecamatan, Sukajadi, Pekanbaru Kota dan Kecamatan Lima Puluh, kata Jannes.
Menurut Jannes Simbolon, semua visi misi itu harus memang benar-benar diperjuangkan. Apalagi semua ini menyangkut anggaran, tentunya hanya ketika kita duduk di legislatif lah semua itu bisa terwujud. Karena selain fungsi legislasi, monitoring ada bagian budgeting yang menentukan untuk terwujudnya cita-cita tersebut.
Dia berharap partisipasi dan dukungan dari warga masyarakat kota Pekanbaru untuk bersama sama mensukseskan Pileg dan Pilpres yang akan berlangsung tanggal 17 April tahun 2019 mendatang, harapnya.**(jsn)




















































Somebody essentially help to make significantly articles
I would state. That is the very first time I frequented your website page and so far?
I amazed with the research you made to create this particular submit extraordinary.
Wonderful process!
Great info. Lucky me I discovered your blog by chance (stumbleupon).
I have book marked it for later!