PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Laporan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan proyek gedung bulutangkis dan takraw hingga saat ini belum jelas arah haluannya.
Kajari pekanbaru yang dipercaya menangani untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan atas laporan Lembaga Independen Pemberantas Pidana Korupsi (LIPPSI) itu justru beralibi belum adanya petunjuk dari inspektorat kota Pekanbaru.
Alih alih aturan selaku Jaksa Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang di tunjuk sesuai amanat Inpres sebagai pengawas di setiap proyek yang ada di kota Pekanbaru, malah terkesan masih menunggu bukti yang tidak bisa ditelusuri.
Matheus Simamora Ketua Umum LIPPSI mengaku heran atas kinerja Kejaksaan Negeri Pekanbaru itu. Laporan yang sudah hampir masuk tiga bulan namun belum menunjukkan hasil apapun. Ia mengatakan, jaksa sepertinya sulit mencari “Kambing Hitam” dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi ini.
“Kejari Pekanbaru terlalu lelet untuk membuka tabir dugaan korupsi pembangunan gedung bulutangkis dan takraw itu. Masih mencari kambing hitam sepertinya. Alasan Pihak kejari masih menunggu audit inspektorat katanya,” ujar matheus saat di konfirmasi jumat (03/8/2018).
Sementara itu, kasintel Ahmad Fuady Saat di hubungi mengaku laporan dugaan korupsi pembangunan bulutangkis dan takraw itu masih menunggu hasil audit dari Inspektorat Kota Pekanbaru.
“Begini itu, kita masih Nunggu hasil dari APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah). Sudah dua kali kami suratin itu (inspektorat) untuk mengaudit. Karena kami selaku TP4D yang mengawasi proyek tersebut. Jadi masih menunggu, sabar ya,” kata Ahmad Fuady saat di hubungi Jumat (03/08/2018).
Awalnya Penelusuran Suarapersada.com dan LIPPSI beberapa waktu yang lalu menemukan Proyek Penyelesaian pembangunan gedung bulutangkis dan takraw yang berpusat di kecamatan Tenayan Raya, kelurahan Sialang Rampai itu banyaknya kejanggalan dalam proses pembangunannya.
Dinding nya yang sudah mulai retak retak terkesan dikerjakan asal jadi,di tambah lagi turap yang sudah mulai longsor karena tanah timbun yang kurang padat, selain itu di dalam gedung tersebut atap nya sudah mulai bocor.
Pengurangan material bangunan menjadi motif utama untuk menguntungkan pihak. Yaitu, mulai daun pintu yang tidak sesuai speksifikasi, Toilet yang tidak sesuai RAB.
Menurut informasi, pembangunan gedung ini dikerjakan secara bertahap namun anggarannya bukan multiyears atau tahun jamak tapi di laksanakan secara reguler atau tahun anggaran tunggal.
Tujuan dibangunnya gedung yang berada di Jalan Palembang itu adalah untuk meningkatkan sarana olahraga masyarakat kota Pekanbaru dengan menggunakan anggaran APBD Kota Pekanbaru pada tahun anggaran 2017. Namun, pekerjaan gedung tersebut di nilai asal jadi dan ketahanan umur bangunan itu diragukan.
Untuk diketahui, proyek penyelesaian pembangunan gedung bulutangkis dan takraw dilaporkan tersebut anggaran nya bernilai Rp 1.587.834.000 dan di menangkan oleh CV. KHALAF ABADI.**(Hombing)




















































